pickleballvnz.com

MRT Jakarta Mau Bangun Apartemen di Blok M-Incar Gen Z, Ini Alasannya

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah harga properti Jakarta yang terus melambung, ada kabar baik bagi kalangan milenial dan Gen Z yang ingin memiliki hunian di kawasan premium. PT MRT Jakarta (MRT) berencana mem...

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah harga properti Jakarta yang terus melambung, ada kabar baik bagi kalangan milenial dan Gen Z yang ingin memiliki hunian di kawasan premium. PT MRT Jakarta (MRT) berencana membangun apartemen di kawasan Blok M yang secara khusus menyasar masyarakat berpenghasilan tertentu (MBT), bukan segmen menengah atas.

Hunian tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M yang dipadukan dengan hotel, area komersial, serta revitalisasi Terminal Blok M menjadi pusat transportasi modern.

TOD Planning Department Head MRT Jakarta Sagita Devi mengatakan, proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang memiliki penghasilan cukup baik tetapi belum mampu membeli apartemen dengan harga tinggi di Jakarta.

"Kemungkinannya kita akan ada, mungkin bukan menengah ke atas ya, cuma MBT, masyarakat berpenghasilan tertentu. Jadi memang kalau MBR itu sudah diatur di hunian terjangkau pemerintah. Nah, ini mungkin kita akan menyediakan atau menyasar market untuk teman-teman milenial, Gen Z yang sebetulnya dia secara pendapatan cukup tinggi tapi belum bisa membeli apartemen atau unit," ujar Sagita menjawab pertanyaan CNBC Indonesia di Transport Hub Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, pengembangan tersebut merupakan bagian dari rencana besar revitalisasi kawasan Blok M yang selama ini dikenal sebagai salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta.

"Ke depannya kita akan melakukan revitalisasi terhadap area Terminal Blok M itu sendiri, di mana nantinya juga akan ada pengembangan mixed-use berupa apartemen dan hotel dan fungsi-fungsi komersial lainnya," katanya.

Tak hanya membangun hunian, MRT Jakarta juga ingin menghadirkan wajah baru Terminal Blok M menjadi kawasan terpadu yang mengutamakan pejalan kaki dan terintegrasi dengan moda transportasi publik.

"Mudah-mudahan ini menjadi sebuah percontohan terminal yang lebih modern yang bisa dijadikan percontohan untuk pengembangan terminal-terminal ke depan," ujar Sagita.

Berbeda dengan sejumlah operator transportasi lain yang memiliki cadangan lahan luas, MRT Jakarta mengandalkan optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan kawasan TOD.

"Di MRT sendiri memang tidak punya aset selain aset stasiun ini. Sehingga salah satu yang kita lakukan dalam pengembangan TOD dari sisi properti itu sendiri adalah dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan aset-aset Pemprov," jelasnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]