MPLS Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo resmi dimulai
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kulon Progo ANTARA News jogja 26 ...
MPLS Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo resmi dimulai
Jumat, 31 Juli 2026 20:56 WIB
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko membuka Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo pada Jumat (31/7). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kulon Progo sebagai penanda dimulainya pembelajaran program prioritas pemerintah pusat tersebut.
Pembukaan MPLS dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan sarana dan prasarana vital sekolah.
"Kami mengecek langsung beberapa lokasi, termasuk ruang kelas dan tempat tidur di asrama. Kesiapannya sudah sangat bagus, matang, dan komplit," kata Ambar Purwoko usai peninjauan di Kulon Progo, Jumat.
Ambar mengatakan ketersediaan fasilitas asrama yang memadai dan nyaman merupakan hal penting agar para siswa dapat fokus menempuh pendidikan selama tinggal di sekolah.
Ia menegaskan keberadaan SRT 1 Kulon Progo merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berada di garis desil satu, termasuk anak yatim, piatu, maupun yatim piatu.
"Fokus kami adalah memfasilitasi anak-anak yang sebelumnya terancam tidak bisa melanjutkan sekolah. Melalui fasilitas ini, kita ingin mencetak generasi yang hebat dan tangguh untuk masa depan Indonesia," kata Ambar.
Sementara itu, Kepala SRT 1 Kulon Progo Agus Ristanto memaparkan bahwa pada tahun ajaran ini, SRT 1 menampung total 359 siswa.
Rincian tersebut terdiri atas 31 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) yang terbagi dalam satu rombongan belajar (rombel), 158 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam lima rombel, dan 170 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam lima rombel.
Agus menjelaskan karena berbasis asrama, pelaksanaan MPLS di SRT 1 Kulon Progo dirancang selama dua minggu atau lebih panjang dibandingkan sekolah umum. Fokus materi MPLS meliputi pengenalan lingkungan sekolah sekaligus penyesuaian tata tertib kehidupan asrama.
"Setelah MPLS selama dua minggu, kegiatan akan dilanjutkan dengan program matrikulasi selama kurang lebih dua bulan. Jadi total masa transisi siswa menuju pembelajaran efektif memakan waktu sekitar tiga bulan," kata Agus.
Ia menambahkan, pengecekan akhir fasilitas bersama tim penanggung jawab (PIC) telah diselesaikan, termasuk memastikan pasokan air bersih di area asrama mengalir lancar.
Salah satu orang tua siswa asal Pengasih, Susanti, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan sekolah berasrama gratis tersebut. Anaknya, Muhamad Alif Bintang Permana (12), berhasil diterima di jenjang SMP SRT 1 Kulon Progo.
"Sekarang biaya sekolah cukup mahal, tetapi di SRT ini semuanya gratis. Seragam difasilitasi, makan dijamin tiga kali sehari. Sangat membantu keluarga kami," kata Susanti.
Pewarta : STR
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026