Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Api di Gunung Bromo Belum Bisa Dilakukan, Kemenhut Ungkap Alasannya
Berita Nasional Senin, 10 Agustus 2026 - 14:59 W...
Senin, 10 Agustus 2026 - 14:59 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, hingga kini belum bisa dilaksanakan.
Baca Juga
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko mengatakan bahwa kendala tersebut terjadi karena ketersediaan awan konvektif yang menjadi syarat operasi modifikasi cuaca belum terbentuk di wilayah Bromo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke gumpalan awan menggunakan pesawat khusus berbasis data ilmiah yang melibatkan tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara.
Baca Juga
"Sebenarnya kita sudah berpikir untuk melakukan modifikasi cuaca, tetapi menurut BMKG paling tidak sampai 10 hari ke depan belum mungkin dilakukan karena awan konveksinya belum terbentuk untuk membuat OMC," kata Satyawan Pudyatmoko seperti dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Dia menjelaskan bahwa kebakaran yang melanda kawasan TNBTS tersebut sudah berlangsung beberapa hari, setidaknya sejak Selasa (4/8) dan sampai saat ini titik api belum sepenuhnya padam.
Baca Juga
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku UPT Ditjen BKSDAE Kementerian Kehutanan di Jawa Timur mencatat luas area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo kini mencapai 520 hektare dan masih dalam proses pendataan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut dia sebagaimana hasil pantauan lapangan terakhir diketahui sulitnya akses jalur darat untuk menjangkau titik-titik kebakaran membuat strategi penanggulangan difokuskan melalui kombinasi penanganan pasukan darat dan pemadaman udara atau water bombing.
"Pendekatannya kita kombinasi antara pasukan darat dan water bombing. Kemarin saja sudah ada 30 kali pengeboman air. Namun medan yang sulit, angin kencang, dan kelembapan udara yang sangat rendah membuat upaya pemadaman tidak mudah," ungkapnya.
Karhutla di Gunung Bromo Meluas, Mensesneg Bilang Begini
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal peristiwa karhutla yang kian meluas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.
VIVA.co.id
10 Agustus 2026