pickleballvnz.com

Militer AS Klaim Gempur 140 Target di Iran

Di tengah berlanjutnya serangan AS tersebut, Iran mengeklaim telah melancarkan rangkaian serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah. Korps ...

Di tengah berlanjutnya serangan AS tersebut, Iran mengeklaim telah melancarkan rangkaian serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah melancarkan serangan besar-besaran dan mendadak terhadap pusat pendukung logistik serta fasilitas pengisian bahan bakar yang digunakan kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman.

Kantor hubungan masyarakat IRGC mengatakan kepada lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, bahwa fasilitas-fasilitas tersebut hancur dalam serangan itu. IRGC menyebut serangan di Oman tersebut sebagai tahap ketiga dari rangkaian respons mereka terhadap pengeboman yang dilakukan AS.

Dampak eskalasi tersebut juga dirasakan di Kuwait. Militer Kuwait mengatakan pasukannya tengah menghadapi sejumlah sasaran udara musuh yang memasuki wilayah udara negara tersebut.

Melalui unggahan di platform X, militer Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar merupakan dampak dari sistem pertahanan udara mereka yang mencegat serangan tersebut. Otoritas Kuwait meminta semua pihak mematuhi petunjuk keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh lembaga terkait.

IRGC kemudian mengeluarkan pernyataan baru yang menyebut pihaknya juga menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dengan rudal balistik. IRGC mengeklaim telah menghancurkan pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat tempur serta pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut.

Namun, Kementerian Pertahanan Qatar sebelumnya mengatakan telah mencegat serangan rudal yang menyasar wilayah negara itu. Kementerian Dalam Negeri Qatar juga menaikkan tingkat ancaman keamanan negara menjadi tinggi untuk kedua kalinya pada pagi itu serta mengimbau warga agar tetap berada di dalam rumah atau di tempat yang aman.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pernyataan melalui platform X. Dia menegaskan bahwa era kesepakatan sepihak telah berakhir dan memperingatkan pihak lawan untuk menepati janji atau menanggung akibatnya.

Unggahan tersebut disertai gambar Pasal 5 nota kesepahaman yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam gambar itu, kalimat "Republik Islam Iran akan mengatur pelaksanaannya" diberi penegasan khusus.

Gelombang serangan terbaru terjadi di tengah perselisihan antara AS dan Iran mengenai kendali atas Selat Hormuz dan pengaturan lalu lintas pelayaran di perairan tersebut.