Miliarder SK Group Terancam Jual Aset Demi Bayar Perceraian Rp 11,59 Triliun
Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Korea Selatan sekaligus Chairman SK Group, Chey Tae-won, menghadapi kewajiban pembayaran besar setelah Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkannya membayar 944 miliar won atau sek...
Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Korea Selatan sekaligus Chairman SK Group, Chey Tae-won, menghadapi kewajiban pembayaran besar setelah Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkannya membayar 944 miliar won atau sekitar Rp 11,59 triliun (estimasi kurs Rp 12,28 per won) kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Besarnya pembayaran membuat kemungkinan Chey menjual aset hingga menjaminkan saham menjadi sorotan investor.
Putusan tersebut mewajibkan Chey membayar pembagian harta perkawinan dalam bentuk tunai, bukan melalui penyerahan saham. Pengadilan mempertimbangkan kepemilikan saham Chey memiliki peran penting dalam mempertahankan kendalinya atas SK Group.
Dikutip dari New York Post, Minggu (26/7/2026), Chey tercatat menguasai sekitar 17,9% saham SK Inc., perusahaan induk konglomerasi SK Group. Forbes memperkirakan kekayaan Chey mencapai sekitar US$ 5,4 miliar.
Analis menilai kewajiban pembayaran sebesar Rp 11,59 triliun dapat membuat Chey mencari sumber likuiditas dalam jumlah besar. Sejumlah opsi yang mungkin ditempuh antara lain menjual aset, mengambil pinjaman, atau menggunakan saham sebagai jaminan.
Meski demikian, pembayaran tersebut diperkirakan tidak sampai mengancam kendali Chey atas SK Group.
Putusan pengadilan turut mendapat perhatian pasar saham Korea Selatan. Saham SK Inc. ditutup melemah 3,8%, sementara saham SK Hynix merosot 8,3% pada perdagangan di Seoul setelah putusan tersebut.
Kekayaan Chey Ditopang Booming AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307334/original/080381500_1784989851-AP26205318272078.jpg)
Perbesar
Sorotan terhadap kekayaan Chey Tae-won semakin besar seiring pesatnya pertumbuhan bisnis SK Hynix. Perusahaan semikonduktor tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam booming kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
SK Hynix merupakan pemasok utama high-bandwidth memory (HBM), chip memori yang digunakan dalam sistem komputasi AI, termasuk bersama prosesor buatan Nvidia. Melonjaknya permintaan terhadap infrastruktur AI ikut mendorong kinerja saham SK Hynix dan meningkatkan nilai kekayaan Chey.
Di tengah perkembangan tersebut, putusan perceraian membuat kepemilikan aset Chey kembali menjadi perhatian. Pengadilan memberikan Roh sekitar sepertiga dari harta perkawinan setelah menilai dirinya berkontribusi terhadap pemeliharaan dan peningkatan kekayaan keluarga selama pernikahan.
Nilai pembayaran dalam putusan terbaru sebenarnya turun dibandingkan keputusan pengadilan banding pada 2024. Kala itu, Chey diperintahkan menyerahkan 1,38 triliun won atau sekitar Rp 16,95 triliun dalam pembagian aset.
Pengacara Chey mengatakan masih mempelajari putusan terbaru tersebut. Mereka juga tidak menutup kemungkinan mengajukan banding kembali ke Mahkamah Agung Korea Selatan.
Sengketa Menyeret Asal-usul Kekayaan SK
Perselisihan perceraian Chey dan Roh telah berlangsung bertahun-tahun dan berkembang menjadi sengketa mengenai asal-usul kekayaan keluarga SK.
Dalam proses hukum, pengacara Roh menyerahkan catatan tulisan tangan yang disebut disimpan oleh ibunya. Catatan itu mencantumkan nama "Sunkyong", nama lama SK, beserta angka 30 miliar won atau sekitar Rp 368,4 miliar.
Pihak Roh menggunakannya untuk mendukung klaim bahwa ayah Roh, mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, secara diam-diam memberikan dana kepada ayah Chey yang membantu perkembangan bisnis keluarga. Pihak Chey membantah SK pernah menerima dana tersebut.
Mahkamah Agung Korea Selatan kemudian menolak klaim bahwa dugaan dukungan finansial dari Roh Tae-woo tersebut harus dimasukkan dalam perhitungan harta perkawinan.
Perseteruan rumah tangga keduanya sendiri mulai terbuka ke publik pada 2015. Saat itu, Chey mengungkapkan telah menjalin hubungan dengan perempuan lain dan memiliki seorang anak dari hubungan tersebut.
Chey dan Roh menikah pada 1988 di Blue House, beberapa bulan setelah Roh Tae-woo menjadi presiden Korea Selatan. Pernikahan yang mempertemukan keluarga konglomerat dengan keluarga presiden itu sempat dijuluki sebagai "pernikahan abad ini".
Kini, sengketa tersebut ikut menjadi perhatian investor karena pembayaran tunai dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi pengelolaan aset pribadi Chey di tengah posisinya sebagai pemegang saham utama SK Inc.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6