Menteri PPPA mengecam ancaman bom SDN Srengseng
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengecam keras ancaman bom yang terjadi di SDN Srengseng, Jakarta, yang dinilai mencederai hak anak atas rasa ANTARA News mataram 39 ...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengecam keras ancaman bom yang terjadi di SDN Srengseng, Jakarta, yang dinilai mencederai hak anak atas rasa aman.
"Ancaman bom yang terjadi di lingkungan sekolah merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Terlebih, peristiwa ini terjadi pada saat anak-anak, khususnya peserta didik baru, sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. MPLS seharusnya menjadi pengalaman pertama yang membangun rasa aman, percaya diri, dan kebahagiaan anak saat memasuki dunia pendidikan, bukan justru menimbulkan rasa takut dan trauma," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, peristiwa ini dinilai mencederai hak anak untuk memperoleh rasa aman, khususnya di tengah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), saat anak-anak mulai mengenal dan membangun kedekatan dengan lingkungan sekolahnya.
Arifah Fauzi menegaskan bahwa setiap anak berhak memulai perjalanan pendidikannya dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, diterima, dan dilindungi. Sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua bagi anak untuk bertumbuh, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan menjalin relasi sosial yang sehat.
Baca juga: Menteri PPPA mengajak bangun ruang publik hormati martabat perempuan
"Anak-anak yang memasuki sekolah untuk pertama kalinya sedang membangun kesan tentang rumah kedua mereka. Mereka berhak disambut dengan lingkungan yang hangat, ramah, dan melindungi. Tidak boleh ada tindakan apa pun yang merusak rasa aman tersebut, apalagi ancaman yang dapat menimbulkan trauma bagi anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Baca juga: Menteri mengajukan tambahan anggaran KemenPPPA Rp392 miliar pada 2027
Pihaknya mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian, pihak sekolah, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dalam melakukan pengamanan serta memastikan keselamatan seluruh warga sekolah.
"KemenPPPA juga mengapresiasi aparat kepolisian yang telah berhasil menangkap terduga pelaku ancaman bom. Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dalam memulihkan rasa aman dan memastikan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan bertumbuh," kata Arifah Fauzi.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026