pickleballvnz.com

Mentan ajak lulusan Untad jadi pencipta lapangan kerja

Palu (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak lulusan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah untuk menjadi penggerak utama dan pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan p...

Palu (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak lulusan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah untuk menjadi penggerak utama dan pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi daerah.

"Kalau mau sukses anak-anakku, dapat tekanan. Tekanan pertama adalah jangan minta uang. Tekanan kedua, jangan minta warisan. Tekanan ketiga, jangan mendaftar-mendaftar, ciptakan lapangan kerja," kata Andi Amran Sulaiman saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis.

Ia mengatakan lulusan perguruan tinggi perlu memiliki keberanian untuk mengembangkan kemampuan, dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut dia, Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya yang luas dan dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang usaha, termasuk melalui sektor pertanian.

“Ini Palu, ini Sulawesi Tengah, hamparannya luas. Tanami!” ujarnya.

Ia mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja. Ia meminta para lulusan agar mampu melihat peluang di lingkungan sekitar dan berani memulai usaha sesuai dengan potensi yang tersedia.

Setiap orang, kata dia, memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan tanpa dibatasi latar belakang keluarga, suku, maupun perguruan tinggi tempat menempuh pendidikan.

Menurut dia, keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemauan untuk bekerja keras menjadi modal penting bagi seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Pada kesempatan itu, Mentan juga menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Tengah, termasuk penyediaan sarana produksi dan bibit bagi masyarakat yang memiliki lahan untuk dikembangkan dan mendorong produktivitas pertanian.

“Hand tractor gratis. Mau tanam bibit ada, ada bibit untuk Sulteng. Bibit kelapa, kakao, itu gratis," ujarnya.

Ia mengatakan melalui program pengembangan tujuh komoditas strategis, yakni kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun dengan target pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat pada periode 2025-2027 untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia berharap lulusan Untad dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Mentan Amran: Swasembada pangan dan ekspor beras kado HUT Ke-81 RI

Baca juga: Mentan beri 13 traktor tangan wisudawan poltek agar bangun usaha tani

Baca juga: Tambak udang ramah iklim di Sulteng hasilkan panen perdana 50 ton

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.