pickleballvnz.com

Menlu Wang Yi: China selalu tempatkan RI di posisi penting diplomasi - ANTARA News Bangka Belitung

Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya selalu menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam diplomasi, termasuk dengan mengadakan Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensiv...

Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya selalu menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam diplomasi, termasuk dengan mengadakan Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue atau CSD) bersama RI.

"China selalu menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam diplomasi China, khususnya dalam diplomasi dengan sejumlah negara tetangga. China bersedia bersama Indonesia menjadikan konsensus strategis yang dicapai Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo sebagai pedoman," kata Wang Yi dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA pada Sabtu.

Pemerintah Indonesia dan China resmi meluncurkan CSD yang pertama kali digelar pada Jumat (21/8) di Jakarta, sebagai "platform" baru untuk memperkuat kerja sama bilateral di lima pilar utama.

Pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menlu China Wang Yi tersebut juga menandai dimulainya pembahasan Rencana Aksi Indonesia-China 2027-2031, sebagai lanjutan dari Rencana Aksi 2022-2026.

"Mekanisme CSD merupakan langkah penting bagi kedua negara untuk melaksanakan konsensus yang dicapai oleh kepala negara kedua negara serta mendorong pembangunan komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama yang memiliki pengaruh regional dan global," tambah Wang Yi.

Wang Yi berharap, kedua negara dapat menjadi teladan bagi sejumlah negara Global South untuk bersatu dan memperkuat diri, serta mewujudkan kesejahteraan bersama dan hasil yang sama-sama menguntungkan, memberikan makna baru sesuai perkembangan zaman bagi hubungan bilateral China-Indonesia, serta memainkan peran positif bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan maupun dunia.

Dalam keterangan tersebut disampaikan bahwa Menlu Sugiono menilai perkembangan China memberikan peluang besar bagi dunia, khususnya bagi negara-negara tetangga seperti Indonesia.

"Indonesia dengan teguh menjalankan prinsip 'Satu China' dan mendukung upaya besar China untuk mencapai reunifikasi," sebut Sugiono dalam rilis tertulis tersebut.

Indonesia, kata Sugiono, berharap dapat memelihara hubungan yang erat dengan China, mendorong pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang, serta mendorong terwujudnya pembangunan dan kemakmuran bersama yang lebih dinamis, lebih tangguh, dan pada tingkat yang lebih tinggi.

China dan Indonesia juga sepakat memulai penyusunan Rencana Aksi Lima Tahun China-Indonesia 2027-2031 dan secara menyeluruh mendorong kerja sama "Lima Pilar".

Kedua negara sepakat untuk memperdalam penyelarasan strategi pembangunan, mendukung perkembangan perdagangan yang seimbang dan berkelanjutan, dengan kuat memperluas kerja sama dalam kekuatan produktif berkualitas baru seperti kecerdasan buatan, serta bersama-sama menyelenggarakan dengan baik "World Artificial Intelligence Cooperation Organization" yang baru saja dibentuk.

Dibahas juga soal peringatan dini meteorologi berbasis kecerdasan buatan China telah mulai diuji coba di Indonesia dan diyakini akan memainkan peran dalam membantu Indonesia menghadapi iklim ekstrem.

Indonesia dan China berpandangan bahwa pendalaman kerja sama di bidang energi dan mineral sesuai dengan kepentingan bersama kedua pihak dan sepakat membangun hubungan kemitraan kerja sama sumber daya energi dan mineral yang menyeluruh, terbuka, dan hijau.

Sugiono disebut memberikan penilaian positif terhadap kontribusi perusahaan-perusahaan China di Indonesia bagi pembangunan lokal.

"Kesuksesan perusahaan China juga merupakan kesuksesan Indonesia. Indonesia bersedia menyediakan lingkungan usaha yang adil, transparan, dan ramah bagi perusahaan-perusahaan China," ungkap Sugiono.

China dan Indonesia sepakat untuk memperdalam kerja sama teknologi di bidang pangan dan pertanian, melakukan pertukaran pengalaman mengenai pengurangan dan pemberantasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, kebudayaan dan pendidikan, pemuda, serta hubungan antardaerah, sehingga terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Kedua negara pun berkomitmen untuk melaksanakan secara menyeluruh dan efektif Deklarasi Perilaku Para Pihak (DOC) di Laut China Selatan, berupaya agar "Kode Etik di Laut China Selatan" dapat dicapai sesegera mungkin, serta bersama-sama membentuk narasi baru Laut China Selatan yang damai, bersahabat, dan kooperatif.

Indonesia mendukung China untuk menyelenggarakan KTT APEC dan akan lebih banyak terlibat dalam kerangka empat inisiatif global, memperkuat koordinasi kebijakan melalui PBB, BRICS, menentang intimidasi sepihak dan politik kekuasaan, serta menjaga keadilan internasional maupun hak dan kepentingan sah negara-negara berkembang.

CSD kedua akan dilakukan pada tahun depan di China. CSD sendiri merupakan mekanisme bilateral baru tingkat menteri luar negeri yang dibentuk saat Sugiono berkunjung ke Beijing pada April 2025.

Selain CSD, dilangsungkan juga Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara Menlu dan Menteri Pertahanan Indonesia dan China yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun.

Pertemuan 2+2 berfokus pada pembahasan penguatan kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan pada tataran bilateral, regional, serta global.

Dua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dan China untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara.

Dialog 2+2 pertama kali digelar di Beijing pada April 2025. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan kali ini, melengkapi kerja sama bilateral dalam lima pilar strategis, terutama keamanan, sebagaimana disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping sejak November 2024.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.