Menlu Sebut Prabowo Setuju Terima Bantuan Negara Lain Atasi Karhutla
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) mengatakan Presiden Prabowo Subianto setuju menerima tawaran bantuan negara lain untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karh...
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) mengatakan Presiden Prabowo Subianto setuju menerima tawaran bantuan negara lain untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Tata menyampaikan pernyataan itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/10). Dia menyebut bantuan dari negara lain sudah dibahas dan sedang dalam proses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Presiden (Prabowo) juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis, ya. Jadi ini kan level teknisnya adalah BNPB," kata dia.
Tata lalu menyebut negara anggota ASEAN punya mekanisme untuk mengatasi kabut lintas batas yakni ASEAN Coordinationg Center for Transboundary Haze Pollutan Control (ACC THP).
Dalam mekanisme tersebut ada kriteria-kriteria yang harus dilakukan saat kabut lintas batas melanda negara anggota ASEAN.
"Dan ini, Indonesia telah memenuhi semua kewajiban-kewajiban pelaporan secara reguler, ya," ujar Tata.
[Gambas:Video CNN]
Dia lalu berkata, "Jadi kita sudah men-share [membagikan] semua data-data kita, apa langkah-langkah yang kita lakukan, situasinya, perkembangannya. Dan dari laporan yang terakhir saya dapatkan, ya, bahwa ada kemajuan, ya. "
Sejak Agustus, Sekretariat ASEAN yang bertindak sebagai kantor interiam ACC THP sudah menetapkan status siaga 3 terkait kabut lintas batas di kawasan Asia Tenggara ini.
Tata juga menyebut pemerintah Indonesia menaruh perhatian ke negara-negara kawasan yang terdampak karhutla.
Dia lantas menekankan bahwa Indonesia sudah melakukan langkah-langkah "sangat kuat" untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Tata juga menjabarkan langkah yang sudah ditempuh Indonesia seperti mengerahkan ribuan personel untuk memadamkan api di titik karhutla serta mengirim helikopter hingga pesawat untuk melalukan water bombing hingga operasi modifikasi cuaca.
"Namun, kembali lagi bahwa ini tantangannya sangat besar terutama dari aspek cuaca," ungkap Tata.
Sejumlah wilayah di Indonesia terbakar sejak bulan lalu. Dampaknya kabut asap turut menyelimuti negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan api dan titik api.
(isa/bac)