Menkomdigi: Indonesia harus tentukan sendiri kecepatan pengembangan AI
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengemukakan bahwa Indonesia perlu menentukan sendiri kecepatan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau akal ANTARA News sumbar 21 ...
Bali (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengemukakan bahwa Indonesia perlu menentukan sendiri kecepatan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) sesuai dengan kapasitasnya.
"Kita, Indonesia, perlu meyakini bahwa kecepatan kita tidak boleh ditentukan oleh negara lain ataupun perusahaan teknologi. Tapi, kita tentukan sendiri secara berdaulat," katanya dalam ajang Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur, Bali, Senin.
Meutya menyoroti perdebatan global mengenai kecepatan pengembangan AI dan risiko-risikonya.
Ia mencontohkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong peningkatan inovasi AI, sementara sejumlah perusahaan teknologi menilai pengembangan AI sudah terlalu cepat dan perlu diperlambat mengingat risiko-risiko yang bisa ditimbulkan.
Dalam kondisi yang demikian, ia mengatakan, Indonesia perlu menentukan kecepatan yang sesuai agar langkah pemerintah, perusahaan teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya bisa selaras.
Meutya menyampaikan perlunya masukan dari para ahli, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lain dalam menentukan kecepatan pengembangan AI sesuai dengan kapasitas sumber daya manusia dan ketersediaan sumber daya.
"Karena inovasi harus tumbuh, tapi perlindungan terhadap kebutuhan manusia yang mendasar harus juga terlindungi," katanya.
Kementerian Komunikasi dan Digital, menurut dia, memanfaatkan Bali Tech Week 2026 untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak mengenai pengembangan teknologi dan AI.
Bali Tech Week 2026 dilaksanakan dari 19 sampai 23 Oktober di Sanur, Bali, dan diikuti oleh lebih 4.000 peserta dari 32 negara.
Meutya juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan regulasi dan peta jalan pengembangan AI serta menjalankan program-program peningkatan talenta digital guna mendukung upaya pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan.