Menko sebut MBG berdayakan 1,3 juta warga miskin untuk bekerja
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka lapangan kerja bagi 1,3 juta masyarakat ANTARA News jogja 19 ...
Menko sebut MBG berdayakan 1,3 juta warga miskin untuk bekerja
Selasa, 27 Oktober 2026 16:52 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat membuka acara "Puncak Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026" di Jakarta, Selasa (27/10/2026). ANTARA/HO-Kemenko PM
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka lapangan kerja bagi 1,3 juta masyarakat miskin.
"Kalau yang berbasis APBN, yang terbaik adalah Badan Gizi Nasional. Membangun ekosistem ekonomi dalam waktu yang sangat cepat, 1,3 juta orang miskin menjadi pekerja. Cara kerja APBN yang jempol itu seperti itu," kata Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, ada sedikitnya 148.500 pelaku usaha baru yang masuk dalam rantai pasok program MBG.
Kemudian, sebanyak 63,1 ribu pemasok UMKM juga terlibat dengan ekosistem program tersebut.
Dia mengatakan, program MBG memperlihatkan bagaimana belanja negara dapat menciptakan peluang ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha.
Model seperti ini didorong untuk menjadi pembelajaran bagi kementerian/lembaga agar setiap anggaran yang dikeluarkan turut mendongkrak produktivitas dan kemandirian masyarakat.
Muhaimin Iskandar menegaskan pemberdayaan harus menjadi arus utama dalam kebijakan anggaran pemerintah.
Ia meminta agar anggaran pemberdayaan tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
"Saya minta kepada Menteri Keuangan jangan lagi mencoret anggaran pemberdayaan. Arus utama APBN kita harus pemberdayaan," kata Muhaimin Iskandar.
Ia juga mendorong agar pihak yang terlibat dan wilayah sasaran pemberdayaan terus diperluas.
Pihaknya meyakini dengan semakin banyaknya program yang terhubung, masyarakat di berbagai daerah diharapkan memperoleh akses yang lebih besar terhadap pekerjaan, pendidikan, dan peluang usaha.
Melalui pendekatan ini, Muhaimin Iskandar berharap belanja negara semakin diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata.
"Pemberdayaan tidak cukup berhenti pada bantuan, tetapi perlu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," tuturnya.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026