Menjaga Tradisi, Menghidupkan Kebaya Lewat Kreasi dan Inovasi
Jakarta - Kebaya terus menemukan ruang baru di hati generasi muda. Jika dahulu identik dengan busana resmi atau pakaian orang tua, kini kebaya tampil lebih segar melalui sentuhan kreatif tanpa kehilangan ...
Jakarta -
Kebaya terus menemukan ruang baru di hati generasi muda. Jika dahulu identik dengan busana resmi atau pakaian orang tua, kini kebaya tampil lebih segar melalui sentuhan kreatif tanpa kehilangan akar tradisinya. Fenomena itu menjadi salah satu benang merah dalam acara Ngobrol Santai Hari Kebaya Nasional 2026 yang digelar di Restoran Beautika, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Lathifa Dio Maharani atau yang akrab disapa Tifa, pendiri jenama Nona Srikaya, menjadi salah satu contoh bagaimana kebaya berhasil menjangkau generasi muda. Perempuan yang dikenal aktif mempopulerkan kebaya melalui media sosial itu mengaku kecintaannya pada kebaya bermula dari sosok sang nenek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tifa, neneknya sehari-hari selalu mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul dan sepatu selop. Pemandangan itu sejak kecil melekat kuat dalam ingatannya. "Saya melihat nenek setiap hari berkebaya. Dari situlah rasa suka terhadap kebaya tumbuh," ujarnya.
Saat mulai kuliah pada 2016, Tifa memberanikan diri mengenakan kebaya dan kain warisan sang nenek ke kampus. Namun, di tengah minimnya anak muda yang berkebaya saat itu, penampilannya justru dianggap tidak lazim. Tatapan heran dari orang-orang di sekitarnya sempat membuat kepercayaan dirinya runtuh.
"Aku sempat mengalami krisis identitas. Rasanya seperti salah kostum karena belum banyak anak muda yang berkebaya," tuturnya.
Keadaan mulai berubah ketika di media massa maupun media sosial bermunculan Gerakan Berkebaya yang menghadirkan beragam gaya baru. Kebaya tidak lagi dipersepsikan sebagai busana yang kaku atau hanya cocok dikenakan dalam acara resmi, melainkan dapat dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian sehari-hari.
Ngobrol Santai Hari Kebaya Nasional 2026 Foto: Sudrajat/Detikcom
Momentum itu membuat Tifa kembali percaya diri. Ia mulai memadupadankan kebaya lawas koleksi neneknya maupun kebaya yang dibeli sendiri dengan sentuhan gaya personal.
"Secara visual aku memang suka warna-warna tradisional. Tapi sebagai busana, kebaya bisa dikreasikan lagi supaya lebih menarik, nyaman dipakai, dan tetap relevan dengan gaya anak muda," katanya.
Desainer Lenny Agustin Ernawati, yang selama ini dikenal luas lewat kreasi "Kebaya Funky", mengaku mulai memberi perhatian lebih serius terhadap pengembangan kebaya sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Perancang busana yang telah berkarya sejak 2001 itu justru merasa kebaya mulai kehilangan identitas karena berbagai modifikasi yang terlalu jauh dari akar tradisinya. Bersama sejumlah desainer lain, ia kemudian menginisiasi diskusi dan kajian mengenai seperti apa kreasi kebaya yang tetap inovatif, namun tidak tercerabut dari pakem dasarnya.
Menurut Lenny, ia melihat kebaya saat itu mulai kehilangan identitasnya karena berbagai modifikasi yang terlalu jauh dari karakter aslinya. Kondisi tersebut mendorong dirinya bersama sejumlah desainer lain kembali mengkaji seperti apa bentuk kebaya yang tetap kreatif namun tidak meninggalkan pakem dasarnya.
"Jujur kami sendiri sering bertanya-tanya, apakah kreasi kebaya yang kami buat sudah sesuai atau belum," ujarnya.
Awal Juli lalu, Lenny meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia melalui disertasi berjudul Kebaya Modern sebagai Busana Nasional Wanita Indonesia pada Era Orde Baru: Relasi Kuasa, Politik Kebudayaan, dan Tubuh Perempuan. Penelitian itu memperlihatkan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan juga bagian dari perjalanan sejarah, politik, dan identitas perempuan Indonesia.
Pandangan bahwa tradisi perlu terus beradaptasi juga disampaikan budayawan Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia. Menurutnya, memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern merupakan sesuatu yang wajar dalam perkembangan kebudayaan.
Ia mengingatkan agar para seniman maupun desainer tidak takut melakukan inovasi. Sebaliknya, mereka yang merasa paling memahami tradisi juga tidak seharusnya terburu-buru menghakimi setiap bentuk kreativitas sebagai pelanggaran pakem.
"Dalam kesenian dan kebudayaan, proses seperti itu sesuatu yang biasa. Tradisi hidup karena terus berdialog dengan zamannya," kata Zastrouw.
Ia mencontohkan dunia pewayangan yang terus berkembang. Sejumlah dalang menghadirkan tokoh-tokoh wayang dengan gaya pementasan yang lebih atraktif, tata cahaya modern, hingga iringan musik kontemporer agar tetap diminati generasi muda. Meski tampil lebih segar, nilai-nilai utama dalam pewayangan tetap dipertahankan.
Acara diskusi yang dipandu pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Indiah Marsaban, itu dibuka oleh pegiat kebaya nasional Atie Nitiasmoro. Atie merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam perjuangan penetapan Hari Kebaya Nasional sekaligus pengajuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Sejak dua tahun terakhir, Atie menetap di Vatikan mendampingi suaminya, Trias Kuncahyono, yang bertugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci. Ia mengaku hampir selalu mengenakan kebaya, baik saat menghadiri acara kenegaraan, bertemu Paus, maupun dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk diplomasi budaya Indonesia.
"Setiap mengenakan kebaya di luar negeri, saya merasa sedang membawa wajah Indonesia," ujarnya.
Selain diskusi, rangkaian acara juga diisi dengan sharing session bersama dr. Johana Fitriani, pendiri Jo Skincare, serta peragaan busana bertajuk Fashion Show Generasi Muda Berkebaya.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Alleia Anata Irham, putri tunggal musisi Ariel NOAH. Mahasiswi Program Fashion Management Universitas Bina Nusantara (Binus) kelahiran 5 Juni 2005 itu mengaku mulai rutin mengenakan kebaya sejak duduk di bangku SMA.
Namanya sempat ramai diperbincangkan warganet dua tahun lalu ketika mempresentasikan karya di Binus dengan mengenakan Kebaya Janggan yang terinspirasi dari karakter Dasiyah dalam serial Gadis Kretek.
(jat/eny)