pickleballvnz.com

Menhut: Lima pemda di Sumsel dapat bantuan penanganan karhutla

Sehingga dana ini bisa segera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, untuk mencegah dampak, termasuk bagi kesehatan dan sebagainyaPalembang (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menye...

Sehingga dana ini bisa segera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, untuk mencegah dampak, termasuk bagi kesehatan dan sebagainya

Palembang (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebutkan pemerintah daerah (pemda) di Sumatera Selatan mendapatkan bantuan stimulan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menhut Raja Juli Antoni saat diwawancarai di Palembang, Selasa, mengatakan pada minggu lalu Presiden Prabowo telah mengeluarkan bantuan presiden (banpres untuk penanganan karhutla.

Untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kata dia, bantuan tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel senilai Rp30 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) Rp20 miliar, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) Rp20 miliar, Pemkab Ogan Ilir Rp15 miliar, dan Pemkab Banyuasin Rp15 miliar.

Presiden telah melakukan rapat koordinasi secara langsung dan memberikan perhatian khusus terhadap penanggulangan karhutla.

Penyaluran bantuan tersebut juga diikuti petunjuk teknis (juknis) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai mekanisme pencairan dan pengelolaannya.

Baca juga: BPBD Sumsel catat 2.676 kejadian karhutla hingga September 2026

Meski demikian Menhut Raja Juli menekankan penggunaan dana tersebut tetap harus dilakukan secara akuntabel dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.

"Sehingga dana ini bisa segera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, untuk mencegah dampak, termasuk bagi kesehatan dan sebagainya," kata Menhut Raja Juli Antoni.

Menhut juga meminta masyarakat Sumsel tetap ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Menurut dia, pemerintah terus bekerja secara kolaboratif dan sinergis untuk melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

Kendati jumlah titik api di Sumsel saat ini menunjukkan tren penurunan, namun ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir karena kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Kondisi El Nino masih berpotensi berlangsung hingga akhir Oktober atau November sebelum hujan kembali turun.

Baca juga: Gubernur Sumsel optimalkan kerja tim OMC atasi karhutla

Oleh Karena itu Menhut mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara membakar, termasuk para petani dan masyarakat umum.

"Kita butuh kedisiplinan untuk tidak membuka lahan, membuka kebun, dengan cara membakar. Ini kami sampaikan kepada para petani, kepada masyarakat biasa, maupun korporasi," ujar Menhut.

Menhut juga mengingatkan perusahaan agar tidak menggunakan metode pembukaan lahan dengan cara membakar, karena berisiko menimbulkan karhutla dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

"Korporasi yang masih nakal, yang masih menggunakan cara-cara lama, cara-cara yang dianggap murah untuk melakukan land clearing, tapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan masyarakat," kata Menhut Raja Juli.

Baca juga: Menhut tinjau pemadaman karhutla, minta maksimalkan OMC di Sumsel

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.