Mengenal IVF Add-Ons, Apakah Efektif Bantu Kesuksesan Program IVF?
Jakarta - Program bayi tabung (IVF) menjadi salah satu pilihan pasangan suami istri (pasutri) yang mengalami infertilitas. Namun, karena tidak semua siklus IVF be...
Jakarta -
Program bayi tabung (IVF) menjadi salah satu pilihan pasangan suami istri (pasutri) yang mengalami infertilitas. Namun, karena tidak semua siklus IVF berhasil, banyak klinik menawarkan berbagai prosedur tambahan atau IVF add-ons yang diklaim dapat meningkatkan peluang kehamilan.
Prosedur tambahan ini disebut dapat membantu proses implantasi embrio hingga menurunkan risiko keguguran. Namun, benarkah manfaatnya sudah didukung bukti ilmiah?
Tinjauan sistematis yang dipublikasikan pada 23 Juni di The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health menemukan bahwa sebagian besar IVF add-ons belum memiliki bukti ilmiah yang kuat untuk meningkatkan keberhasilan program bayi tabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu IVF add-ons?
IVF add-ons adalah prosedur, pemeriksaan, atau terapi tambahan yang diberikan di luar tahapan standar IVF. Tujuan tambahan ini biasanya untuk meningkatkan peluang kehamilan, keberhasilan implantasi embrio, atau kelahiran hidup.
Meski demikian, sebagian besar prosedur tersebut memerlukan biaya tambahan dan tidak selalu menjadi bagian dari rekomendasi rutin pada semua pasien. Jenis terapi yang diberikan pun dapat berbeda di setiap klinik sesuai kondisi pasien dan pertimbangan dokter.
Melansir TheEconomist, tinjauan sistematis yang dipublikasikan di The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health menganalisis 157 uji klinis secara acak mengenai 10 jenis IVF add-ons yang umum digunakan.
Sebelum melakukan analisis, para peneliti terlebih dahulu menilai kualitas setiap penelitian yang disertakan. Sebanyak 72 penelitian dinilai memiliki masalah keandalan sehingga tidak dimasukkan ke dalam analisis akhir.
Peneliti kemudian mengevaluasi 85 uji klinis yang memenuhi standar kualitas. Analisis tersebut menunjukkan bahwa tujuh dari 10 prosedur IVF add-ons tidak terbukti meningkatkan keberhasilan IVF atau masih memiliki bukti yang sangat terbatas.
Hanya tiga prosedur yang menunjukkan bukti manfaat, meskipun buktinya tidak terlalu kuat.
Tiga prosedur yang dimaksud adalah penggoresan endometrium, embryoGlue, dan injeksi sperma intrasitoplasma fisiologis atau PICSI.
Menurut peneliti utama, Sarah Lensen, banyak pasien memperoleh informasi mengenai IVF add-ons dari situs klinik atau media sosial yang terkadang melebih-lebihkan manfaatnya tanpa menjelaskan keterbatasan bukti ilmiah.
Menurutnya, penggunaan prosedur yang belum terbukti dapat menimbulkan harapan palsu, menambah beban biaya, sekaligus membuat pasien menjalani tindakan medis yang sebenarnya belum tentu diperlukan.
"Di banyak negara, perawatan infertilitas sebagian besar disediakan oleh klinik swasta di mana IVF sangat dikomersialkan, dan beberapa tambahan sangat mahal," kata Dr. Lensen dari Universitas Melbourne dilansir dari TheGuardian.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul kekhawatiran yang meningkat mengenai prevalensi uji coba terkontrol acak yang mencurigakan atau tidak dapat dipercaya dalam bidang kedokteran reproduksi, termasuk yang meneliti IVF add-ons.
Tujuan para peneliti yang memimpin meta-analisis ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas dan keamanan 10 IVF add-ons umum, yang terbatas pada studi berkualitas tinggi.
Jenis IVF add-ons yang belum terbukti bermanfaat
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa jenis IVF add-ons yang belum menunjukkan manfaat yang jelas antara lain:
- Akupunktur – memasukkan jarum tipis ke titik-titik pada tubuh.
- Kortikosteroid – obat untuk mengurangi peradangan dan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh.
- Pemeriksaan reseptivitas endometrium (ERA) – biopsi lapisan rahim untuk menilai pola ekspresi gen.
- Infus intralipid – cairan yang mengandung lemak yang diberikan ke dalam darah.
- Injeksi intraovarium plasma kaya trombosit – penyuntikan plasma kaya trombosit ke dalam ovarium.
- Infusi intrauterin plasma kaya trombosit – penyisipan plasma kaya trombosit ke dalam rahim.
- Pengujian genetik pra-implantasi untuk aneuploidi – tes skrining untuk memeriksa apakah embrio memiliki jumlah kromosom yang diharapkan.
Para peneliti menegaskan bahwa bukan berarti prosedur tersebut tidak akan pernah bermanfaat. Namun, bukti yang tersedia saat ini dinilai belum cukup kuat untuk mendukung penggunaannya secara rutin pada seluruh pasien IVF.
Penelitian juga menemukan tiga prosedur yang menunjukkan kemungkinan manfaat, meski kualitas buktinya masih tergolong lemah. Ketiganya meliputi:
1. EmbryoGlue
EmbryoGlue merupakan media transfer embrio yang mengandung asam hialuronat. Tinjauan bukti menemukan bahwa hal itu dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan dan kelahiran hidup. Namun, efek pada angka kelahiran hidup tidak kuat.
2. Endometrial scratching
Prosedur kecil ini dilakukan dengan membuat goresan ringan pada lapisan rahim sebelum transfer embrio. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan peningkatan angka kehamilan dan kelahiran hidup, tetapi diperlukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan manfaatnya.
3. PICSI (physiological intracytoplasmic sperm injection)
PICSI merupakan teknik pemilihan sperma berdasarkan kemampuannya berikatan dengan asam hialuronat. Metode ini bertujuan memilih sperma yang dianggap lebih matang sebelum proses pembuahan.
Penelitian menemukan PICSI mungkin membantu menurunkan risiko keguguran, tetapi bukti yang tersedia masih terbatas.
"Klinik dan dokter IVF harus mempertimbangkan dengan cermat apakah pantas untuk menawarkan IVF add-ons yang belum terbukti, karena ketersediaannya sering dianggap oleh pasien sebagai dukungan tersirat atas manfaatnya," kata Lensen.
Apa arti temuan ini untuk pasutri yang menjalani IVF?
Hasil penelitian ini bukan berarti semua IVF add-ons harus dihindari. Sebaliknya, penelitian menekankan pentingnya memilih terapi berdasarkan bukti ilmiah dan kondisi masing-masing pasien.
Para ahli menyarankan pasangan yang menjalani program bayi tabung untuk berdiskusi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas mengenai manfaat, risiko, biaya, serta bukti ilmiah dari setiap prosedur tambahan sebelum memutuskan menjalani terapi.
Dengan begitu, keputusan yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi medis, peluang keberhasilan, serta kebutuhan setiap pasangan, bukan semata-mata berdasarkan klaim manfaat suatu prosedur tambahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)