pickleballvnz.com

Mengenal Flamingo, Rudal Mematikan Ukraina dengan Jangkauan 1.000 Km

Liputan6.com, Kyiv - Ukraina meluncurkan lebih dari 1.000 drone ke wilayah Rusia, termasuk ratusan yang diarahkan ke Moskow, pada Minggu (20/9/2026), menurut sejumlah pejabat Rusia. Wali Kota Moskow menyebut ge...

Liputan6.com, Kyiv - Ukraina meluncurkan lebih dari 1.000 drone ke wilayah Rusia, termasuk ratusan yang diarahkan ke Moskow, pada Minggu (20/9/2026), menurut sejumlah pejabat Rusia.

Wali Kota Moskow menyebut gelombang serangan tersebut sebagai serangan drone "terbesar yang pernah terjadi" terhadap ibu kota Rusia.

Kyiv menggunakan berbagai jenis rudal dan drone dalam serangan tersebut, termasuk rudal Flamingo dan Pelican buatan Ukraina yang digunakan untuk menghantam fasilitas minyak dan logistik.

Penggunaan Flamingo dalam serangan tersebut menyoroti peran rudal jelajah buatan Ukraina itu dalam pengembangan kemampuan serangan jarak jauh Kyiv.

Dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer dan kapasitas muatan hingga 1.150 kilogram, Flamingo dirancang untuk menyerang target yang berada jauh di dalam wilayah Rusia.

Spesifikasi Rudal Flamingo

Dikutip dari laman Fire Point Rocket Technology, Senin (21/9/2026), FP-5 Flamingo merupakan rudal jelajah bertenaga turbofan yang diproduksi oleh Fire Point, perusahaan rintisan pertahanan asal Ukraina.

Rudal ini dilaporkan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer, dengan kecepatan maksimum sekitar 900 kilometer per jam. Flamingo mampu membawa muatan hingga 1.150 kilogram.

Sistem tersebut dirancang terbang pada ketinggian rendah untuk mengurangi kemungkinan terdeteksi radar. Untuk navigasi, Flamingo menggunakan sistem navigasi inersia yang dibantu satelit.

Kombinasi jangkauan yang panjang, kapasitas muatan yang besar, dan kemampuan terbang rendah menjadi karakteristik utama rudal ini.

Flamingo juga mulai digunakan dalam peluncuran secara salvo. Penggunaan beberapa rudal secara bersamaan memberi Ukraina kemampuan untuk mengoordinasikan serangan terhadap sejumlah sasaran dalam satu operasi.

Dari Pengembangan hingga Penggunaan Tempur

Fire Point mulai mengembangkan Flamingo bersama Kementerian Pertahanan Ukraina setelah invasi besar-besaran Rusia pada 2022.

Ukraina sebelumnya menerima rudal jelajah seperti Storm Shadow dari negara-negara mitra. Namun, sistem tersebut dikirim dalam jumlah terbatas dan penggunaannya sering kali disertai pembatasan dari negara pemasok.

Program Flamingo menjadi bagian dari upaya Ukraina memperluas industri pertahanan dalam negeri dengan melibatkan perusahaan teknologi yang lebih kecil dan produsen nontradisional.

Pada saat yang sama, Ukraina mengembangkan drone serang jarak jauh dan rudal balistik jarak pendek. Sejumlah sistem tersebut telah mencapai kematangan teknis dan digunakan secara rutin dalam kampanye serangan strategis.

Flamingo dilaporkan pertama kali diluncurkan Ukraina pada Mei 2025 sebagai bagian dari uji coba tempur awal.

Penggunaan operasionalnya yang pertama kali dilaporkan secara luas terjadi pada 30 Agustus 2025, ketika rudal Flamingo menyerang fasilitas yang terkait dengan Dinas Keamanan Federal Rusia atau FSB di Krimea yang diduduki.

Pada 23 September 2025, empat Flamingo menghantam fasilitas produksi pesawat SKIF-M di Belgorod, yang terkait dengan produksi pesawat tempur Rusia.

Kemudian, pada 14 November 2025, Ukraina kembali menggunakan Flamingo bersama drone untuk menyerang terminal minyak laut di Krimea, instalasi pertahanan udara, serta pos komando di wilayah Zaporizhzhia.