pickleballvnz.com

Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program Gentengisasi

Tito menyebut berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan genteng. Sementara hampir 37 persen menggunakan seng dan sebagian lainnya menggunakan asbes. "Nah, asbes itu kur...

Tito menyebut berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan genteng. Sementara hampir 37 persen menggunakan seng dan sebagian lainnya menggunakan asbes.

"Nah, asbes itu kurang bagus buat kesehatan, mohon maaf kalau untuk produsen asbes, ya, faktanya begitu datanya. Yang berikutnya lagi kurang dari 1 persen yang gunakan bahan alami seperti papan, atap sirap dari bambu. Kurang dari 1 persennya lagi menggunakan atap yang lain dari daun-daunan, dari ijuk, dari pelepah misalnya, dari jerami," ucapnya.

Menurut Tito, genteng yang digunakan masyarakat memiliki beragam material, mulai dari tanah liat, baja, hingga beton. Namun, ia menilai genteng tanah liat memiliki sejumlah keunggulan karena relatif sejuk dan murah.

"Nah, tapi yang bagus adalah memang genteng dari tanah lihat. Dingin, kemudian relatif murah, ya, dan asli Indonesia," ucapnya.

Meski demikian, Tito mengakui tidak semua wilayah cocok menggunakan genteng tanah liat, terutama daerah yang rawan gempa. Karena itu, pemerintah tengah mencari alternatif material genteng yang lebih ringan.

"Saya muter daerah-daerah rawan gempa mereka pilihnya yang ringan. Makanya mereka pilih seng. Tapi sebetulnya enggak indah. Bapak Presiden sedang mengupayakan untuk mencari bahan genteng tapi dari bahan yang ringan, ya, misalnya dari serabut kelapa yang dijadikan genteng. Itu salah satu solusi, sedang dikerjakan," tutur Tito.

Tito mendorong daerah yang relatif aman dari gempa untuk menggunakan genteng tanah liat. Menurutnya, peningkatan penggunaan genteng juga dapat menggerakkan sentra produksi dan UMKM lokal, termasuk di Plered.

"Jadi untuk daerah-daerah yang relatif aman dari gempa, kita dorong untuk menggunakan genteng tanah liat. Kalau seandainya seluruh Indonesia di daerah yang aman menggunakan genteng tanah liat puluhan juta, maka akan bisa menghidupkan sentra produksi genteng termasuk di Plered," tandas Tito.