Menag ajak umat Muslim teladani Rasulullah SAW dan lanjutkan perjuangan Noer Ali - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Muslim untuk meneladani Rasulullah dan melanjutkan perjuangan pahlawan nasional asal Bekasi KH. Noer Ali sebagai bagian dari mengenang Mau...
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Muslim untuk meneladani Rasulullah dan melanjutkan perjuangan pahlawan nasional asal Bekasi KH. Noer Ali sebagai bagian dari mengenang Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hal itu dikatakan Nasaruddin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Pondok Pesantren At Taqwa di Masjid Jami At Taqwa, Kampung Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa.
Ia mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang sosok Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dunia yang tidak tertandingi. Begitu pula perjuangan pendiri Pondok Pesantren At Taqwa Bekasi yakni seorang ulama pejuang sekaligus pahlawan nasional KH. Noer Ali.
"Rasulullah SAW. Beliau seorang teladan dunia yang tak terbandingkan dan tak terkalahkan oleh siapa pun. Di Bekasi ada pejuang kharismatik KH. Noer Ali yang patut dicontoh sehingga kita di sini wajib melanjutkan perjuangan beliau, berkontribusi memajukan bangsa, mensyiarkan Islam lebih luas," ucapnya.
Nasaruddin menyampaikan keistimewaan perjalanan hidup Rasulullah SAW yang memiliki sejumlah peristiwa penting pada tanggal 12 Rabiul Awal. Ia mengajak umat tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga memahami perjuangan serta keteladanan yang diwariskannya.
"Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi modern justru semakin memperlihatkan relevansi ajaran Islam. Al Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW memiliki nilai yang terus dapat dikaji seiring perkembangan ilmu pengetahuan," jelasnya.
Dirinya turut mengapresiasi antusias masyarakat serta jamaah yang hadir di Masjid Jami At Taqwa. Banyaknya jamaah yang hadir menjadi pertanda keberkahan dan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
"Beberapa kali saya hadir di Pondok Pesantren At Taqwa selalu dipenuhi jamaah umat Rosulullah. Yayasan At Taqwa menjadi bagian dari keluarga untuk itu saya selalu menyempatkan hadir di sini," ucap dia.
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren At Taqwa KH. Irfan Mas'ud menambahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar sebagai upaya memperkuat nilai keagamaan sekaligus mengingat kembali sejarah perjuangan para ulama dan tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat serta perjalanan sejarah Bekasi.
"Semua nilai yang ditanamkan KH. Noer Alie dan para ulama kita istiqomah lanjutkan dan kembangkan. Yayasan At Taqwa setiap tanggal 12 Robiul Awal rutin menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW bentuk kecintaan kita kepada Baginda Rosulallah," katanya.
At Taqwa sendiri pada 6 Agustus 2026 telah memasuki usia 70 tahun. Lembaga tersebut didirikan almarhum KH. Noer Alie sebagai upaya membangun masyarakat Bekasi dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia.
Bulan Agustus bagi keluarga besar At Taqwa memiliki makna khusus. Selain menjadi bulan berdirinya yayasan, Agustus juga berkaitan erat dengan sejarah perjuangan dan pembentukan Kabupaten Bekasi.
"Kami akan terus kembangkan Bekasi menjadi nuansa religius, tetap menjaga penghormatan kepada tokoh perjuangan Almagfurlah Pahlawan Nasional KH. Noer Alie, tepat 70 tahun pada tanggal 6 Agustus 2026 Pondok Pesantren didirikan," jelasnya.
Irfan Mas'ud menjelaskan KH. Noer Alie bersama para pejuang turut berperan dalam proses pembentukan Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 1950. Perjuangan tersebut menjadi bagian dari sejarah masyarakat Bekasi dalam memperjuangkan posisi dan identitas daerah sebagai bagian dari Jawa Barat.
"KH. Noer Alie membangun lembaga ini, membangun Bekasi serta berkontribusi bagi bangsa Indonesia melalui pembangunan daerahnya. Bulan Agustus bagi kami bulan istimewa sebagai warga At Taqwa, Bekasi dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.