Media: AS dan Israel pertimbangkan blokade darat terhadap Iran
Washington (ANTARA) - Amerika Serikat dan Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan penerapan blokade darat terhadap Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut, menurut...
Washington (ANTARA) - Amerika Serikat dan Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan penerapan blokade darat terhadap Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut, menurut laporan The Telegraph pada Jumat.
Laporan itu menyebutkan bahwa kemungkinan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Oval, Gedung Putih, pekan ini.
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Menurut laporan itu, keberhasilan rencana tersebut bergantung pada dukungan negara-negara tetangga Iran dan para sekutunya di kawasan.
Negara-negara tersebut kemungkinan akan diminta menutup jalur perbatasan guna menghambat arus barang yang masuk dan keluar dari Iran.
Namun, pemerintah AS menyadari bahwa sejumlah negara, seperti Pakistan dan Irak, kemungkinan tidak akan bersedia mendukung langkah tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa negara-negara yang memutuskan untuk mengikuti kebijakan Washington tersebut berpotensi menghadapi konsekuensi ekonomi dan keamanan jika Iran mengambil tindakan balasan.
Pada 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump selanjutnya menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.
Sumber: Sputnik
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.