Mataram komitmen tata kawasan pesisir terintegrasi KNMP
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkomitmen melakukan penataan kawasan pesisir agar terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro, untuk ANTARA News mataram 38 ...
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkomitmen melakukan penataan kawasan pesisir agar terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Penataan kawasan pesisir sekaligus menata kawasan kumuh menjadi destinasi wisata alam dan wisata kuliner yang lebih representatif," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri di Mataram, Jumat.
Hal itu disampaikan usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Hamidah, Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram, yang sebelumnya melakukan kunjungan ke KNMP Bintaro, Mataram.
Sekda mengatakan, salah satu proyek strategis yang kini tengah menjadi fokus perhatian adalah program pembangunan dan penataan Kampung Nelayan Bintaro dengan konsep kawasan nelayan terpadu.
Untuk mendukung konsep tersebut, Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan lahan lebih dari dua hektare dengan pembangunan awal berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa), dan pasar ikan yang menjadi salah satu pusat jual beli ikan untuk didistribusi ke pasar-pasar yang ada di daerah ini.
Proyek itu merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengintervensi kawasan pesisir agar tidak hanya layak huni, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
Tapi seiring waktu berjalan, katanya, pemerintah pusat meluncurkan program KNMP, sehingga kawasan yang sudah disiapkan itu juga digunakan menjadi pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat tersebut.
Adanya pembangunan KNMP akan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk nelayan, tentu sangat membantu Pemerintah Kota Mataram untuk mewujudkan konsep penataan kawasan pesisir menjadi destinasi wisata alam dan wisata kuliner yang lebih representatif.
"Program itu sekaligus diharapkan untuk menata kawasan kumuh di sekitarnya," katanya.
Penataan hunian dengan penataan rumah warga agar lebih sehat, tertata rapi, kemudian fasilitas pendukung nelayan berupa penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas melaut serta pengolahan hasil tangkapan ikan secara lebih higienis.
Melalui penataan itu, Pemerintah Kota Mataram optimistis kawasan Bintaro dapat bertransformasi dari kawasan pemukiman padat menjadi Kampung Nelayan Modern yang menjadi salah satu ikon baru pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
"Kami ingin Bintaro bisa menjadi kawasan kampung nelayan yang bersih, sehat, dan memiliki daya tarik wisata baru di Kota Mataram, tanpa menghilangkan kearifan lokal masyarakat nelayan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026