pickleballvnz.com

Masyarakat Kotim diimbau tidak menganggap remeh perundungan pada anak

Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diimbau bersama-sama mencegah terjadinya perundungan atau bullying pada anak, termasuk terhadap perundungan tanpa ANTARA News kalteng 1 ...

Masyarakat Kotim diimbau tidak menganggap remeh perundungan pada anak

Jumat, 24 Juli 2026 22:22 WIB

Image Print

Kepala DP3AP2KB Kotawaringin Timur, dr Achmad Yusi saat di wawancarai belum lama ini. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diimbau bersama-sama mencegah terjadinya perundungan atau bullying pada anak, termasuk terhadap perundungan tanpa kekerasan fisik.

"Kita bicara psikologi anatomi dulu ya. Otak manusia, khususnya anak ini kan masih berkembang, ingatannya kuat. Jadi kalau bullying ini dilakukan terus-menerus, itu nanti dia akan merusak lah, membentuk karakternya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Timur, dr Achmad Yusi di Sampit, Jumat.

Menurut Yusi, masih terjadinya perundungan, khususnya di kalangan anak sekolah, perlu menjadi keprihatinan dan perhatian bersama. Perundungan tidak saja membawa dampak buruk bagi anak yang menjadi korban, tetapi juga bagi pelaku, serta menjadi contoh yang tidak baik bagi lingkungan.

Perundungan merupakan perilaku yang tidak boleh ditoleransi. Tidak hanya terhadap kekerasan fisik, tetapi juga bagi perundungan dalam bentuk lain seperti verbal maupun lainnya yang bisa menyebabkan seseorang terintimidasi.

Ada kecenderungan di masyarakat bahwa tindakan perundungan hanya dalam bentuk kekerasan fisik. Padahal, perundungan verbal dan bentuk lainnya pun harus dicegah karena sama-sama membawa dampak buruk bagi anak.

"Apalagi usia SMP itu kan dia pengaruh temannya lebih besar daripada orang tua atau guru ya. Jadi kalau memang ada trauma, itu susah kita mengembalikannya. Jadi jangan anggap remeh bullying," tegas Yusi.

Untuk mencegah terjadinya perundungan, diperlukan pengawasan ketat dari semua pihak, mulai dari guru, orang tua dan masyarakat. DP3AP2KB Kotawaringin Timur sendiri sudah memiliki Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang selalu siap memberikan pendampingan kepada korban-korban kekerasan.

DP3AP2KB Kotawaringin Timur berkolaborasi dengan sejumlah pihak dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya melalui sosialisasi untuk memberi pemahaman terkait bahaya serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Secara khusus, kolaborasi juga dilakukan dengan banyak pihak dalam upaya mencegah terjadinya perundungan atau bullying di sekolah. Pihaknya berharap upaya ini mendapat dukungan semua pihak sehingga perundungan tidak terjadi lagi.

"Kita juga kerja sama dengan sekolah. Penilaian Kota Layak Anak itu kan salah satu indikatornya adalah sekolah ramah anak. Salah satu indikatornya jangan ada pembulian lah ya di situ," demikian Achmad Yusi.

Baca juga: Fraksi Gerindra Kotim dorong penanganan permukiman kumuh terpadu

Baca juga: Wabup Kotim tekankan perlindungan anak tanggung jawab bersama

Baca juga: Fraksi Golkar Kotim rekomendasikan lima langkah implementasi perda permukiman kumuh

Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.