Masjid wakaf Amran Rp1 triliun ditargetkan digunakan pada 2027
Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Makassar, Sulawesi Selatan, yang dibangun menggunakan dana pribadi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ditargetkan dapat digunakan masyarakat ANTARA News sulteng 32 ...
Masjid wakaf Amran Rp1 triliun ditargetkan digunakan pada 2027
Kamis, 24 September 2026 05:41 WIB
Desain Masjid Hajjah Andi Nurhadi yang dibangun menggunakan dana pribadi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Kementan
Jakarta (ANTARA) - Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Makassar, Sulawesi Selatan, yang dibangun menggunakan dana pribadi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ditargetkan dapat digunakan masyarakat paling lambat pada 2027 setelah progres pembangunannya mencapai 98 persen.
Humas PT Tiran Grup sekaligus Direktur AAS Foundation Rezki Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan pemasangan kubah masjid telah selesai dan pembangunan kini memasuki tahap penyelesaian.
"Progres fisik sudah 98 persen dan kubah sudah tertutup sepenuhnya. Saat ini tim fokus pada pekerjaan finishing, baik interior maupun eksterior, agar masjid segera siap digunakan," kata Rezki.
Menurut dia, pihaknya berupaya menyelesaikan pembangunan agar masjid dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
"Kami berupaya maksimal agar umat bisa segera beribadah di masjid ini. Target kami, paling lambat tahun 2027 masjid sudah dapat difungsikan," ujarnya.
Masjid yang berlokasi di Panaikang, Makassar, tersebut mulai dibangun pada Oktober 2023 dan menurut pengelola memiliki nilai pembangunan mencapai Rp1 triliun.
Rezki mengatakan seluruh pembiayaan pembangunan masjid berasal dari dana pribadi Amran tanpa sponsor dari pihak lain.
"Ini murni wakaf pribadi Bapak Amran untuk umat. Tidak ada satu rupiah pun dana sponsor di dalamnya," katanya.
Masjid berkapasitas sekitar 20 ribu jemaah tersebut diberi nama Hajjah Andi Nurhadi, yang merupakan nama ibunda Amran.
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Andi Nurhadi dilakukan pada 9 Oktober 2023 dan dihadiri Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Ma'ruf Amin.
Masjid tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keumatan dan pengembangan peradaban Islam di kawasan Indonesia Timur.
"Bapak Amran ingin masjid ini hidup dan memberi manfaat luas bagi umat, bukan sekadar bangunan megah," ujar Rezki.
Menurut Rezki, pembangunan masjid tersebut merupakan bagian dari kegiatan filantropi Amran melalui AAS Foundation.
Yayasan itu didirikan setelah Amran menyelesaikan masa jabatan pertamanya sebagai Menteri Pertanian pada 2019 dan menjalankan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Rezki mengatakan sebagian hasil usaha Amran kemudian digunakan untuk mendukung pembangunan masjid tersebut.
"Sebagian dari hasil itulah yang beliau wakafkan untuk pembangunan masjid ini," katanya.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026