Masih Muda tapi Fungsi Ginjal Menurun? Ternyata Ini Pemicunya
Jakarta - Penyakit ginjal kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya mengintai kelompok lanjut usia (lansia). Nyatanya, kini tren orang usia muda yang mengalami penurunan fungsi ginjal semakin banya...
Jakarta -
Penyakit ginjal kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya mengintai kelompok lanjut usia (lansia). Nyatanya, kini tren orang usia muda yang mengalami penurunan fungsi ginjal semakin banyak.
Spesialis Nefrologi dari Manipal Hospital, India, dr G K Prakash, menegaskan penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) adalah salah satu ancaman kesehatan yang paling tersembunyi. Pasalnya, organ ginjal jarang memberikan sinyal atau gejala awal saat terjadi kerusakan.
"Penyakit ginjal adalah epidemi diam-diam abad ke-21. Penyakit ini menyerang orang dari segala usia, meskipun lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua," ungkap dr Prakash, dikutip dari Times of India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, banyak anak muda merasa dirinya sehat-sehat saja karena masih bisa beraktivitas normal, berolahraga, dan bekerja. Padahal, fungsi organ penyaring limbah tubuh tersebut bisa saja sedang menurun secara perlahan.
Gaya Hidup Sedentari dan Makanan Olahan
dr Prakash menjelaskan salah satu pemicu utama meningkatnya kasus gangguan ginjal di usia muda adalah perubahan gaya hidup. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta makanan kemasan tinggi garam menjadi biang kerok meningkatnya risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi pada anak muda.
Itu merupakan tiga kondisi utama yang dapat merusak ginjal.
"Di usia muda, risiko meningkat terutama karena pilihan gaya hidup tidak sehat, seperti makanan cepat saji, minuman manis, makanan olahan tinggi garam, serta gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle) dan screen time yang berlebihan," jelasnya.
Rata-rata orang usia muda saat ini bekerja dan menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer. Mereka sering melewatkan makan, kurang tidur, serta minim aktivitas fisik.
Kombinasi ini menempatkan tubuh dan organ dalam di bawah tekanan metabolisme yang tinggi.
Kebiasaan 'Sepele' yang Merusak Ginjal
Selain pola makan dan kurang gerak, dr Prakash menyoroti sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan anak muda namun berdampak fatal pada ginjal, di antaranya:
- Konsumsi obat bebas tanpa resep: Kebiasaan sering mengonsumsi obat pereda nyeri atau Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID), serta antiinflamasi secara sembarangan saat sakit kepala atau pegal-pegal.
- Suplemen yang tidak terkontrol: Penggunaan suplemen fitnes atau binaraga yang tidak terdaftar dan tanpa konsultasi dokter.
- Kurang minum air putih: Asupan cairan yang tidak memadai memicu timbulnya batu ginjal dan Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang.
- Penggunaan kosmetik pencerah kulit: Produk kecantikan pemutih kulit tertentu yang mengandung bahan kimia berbahaya dapat memicu kerusakan ginjal yang menyebabkan kebocoran protein (proteinuria).
Mengingat kerusakan ginjal pada tahap awal hampir tidak bergejala, deteksi dini menjadi kunci utama. Orang dengan diabetes, hipertensi, obesitas, atau mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit ginjal disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin.
"Jalan ke depan adalah kewaspadaan, seperti memperhatikan apa yang kita konsumsi dan pilihan gaya hidup yang kita buat. Merawat ginjal tidak memerlukan perubahan drastis dalam semalam, tetapi dimulai dari keputusan kecil sehari-hari," pungkasnya.
Halaman 2 dari 2
(sao/suc)