Masih Kecewa dengan Infantino, UEFA Tetap Boikot Piala Dunia
Nyon - UEFA menegaskan tetap memboikot banyak ajang yang digelar FIFA, termasuk Piala Dunia. Badan sepakbola Eropa itu masih kecewa dengan Gianni Infantino.Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan masih ada syarat-...
Nyon -
UEFA menegaskan tetap memboikot banyak ajang yang digelar FIFA, termasuk Piala Dunia. Badan sepakbola Eropa itu masih kecewa dengan Gianni Infantino.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan masih ada syarat-syarat yang belum dipenuhi FIFA untuk mengembalikan kepercayaannya. Untuk itu, aksi boikot tetap akan dilakukan.
"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tulis UEFA, melansir Sky Sports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, usulan untuk menjual kompetisi-kompetisi utama harus ditarik kembali, dan kedua, harus ada jaminan upaya-upaya semacam itu untuk merusak citra sepak bola dengan cara ini tidak akan pernah dilakukan lagi."
"Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi. Selain itu, UEFA telah menegaskan dengan jelas dalam pernyataan hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi tersebut tetap berlaku. Pengumuman kemarin, bahwa beberapa orang yang bekerja di bawah Presiden FIFA setuju dengannya, tidak mengubah apa pun," tegas UEFA.
Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons FIFA, yang menegaskan Infantino masih mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi tersebut. Sikap itu didapat usai Infantino menggelar rapat darurat di Rabat, Maroko, Rabu (5/8) waktu setempat.
Pertemuan di Rabat dilakukan di tengah tekanan yang menerpa Infantino. Pria asal Swiss itu sebelumnya didesak mundur gara-gara mengusulkan proyek menjual saham Piala Dunia ke investor swasta.
Usulan itu membuat Infantino kehilangan dukungan dari beberapa negara anggota, di tengah niatnya maju kembali sebagai presiden tahun depan. Ia bertekad memimpin FIFA untuk empat periode.
Saat mengumpulkan petinggi, Gianni Infantino mengakui kesalahannya soal rencana menjual saham Piala Dunia. Pria berusia 56 tahun itu kemudian disebut mendapat kepercayaannya lagi dari pejabat senior untuk terus memimpin FIFA.
(yna/mrp)