Mark Zuckerberg prediksi miliaran orang bakal punya agen AI pribadi - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Pendiri dan CEO Meta Mark Zuckerberg memprediksi miliaran orang bakal memiliki agen kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) pribadi dalam lima tahun ke depan. Menurut warta TechCru...
Jakarta (ANTARA) - Pendiri dan CEO Meta Mark Zuckerberg memprediksi miliaran orang bakal memiliki agen kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) pribadi dalam lima tahun ke depan.
Menurut warta TechCrunch, Zuckerberg menyampaikan prediksi itu dalam konferensi pendapatan triwulanan perusahaan dengan para investor pada Rabu (29/7).
"Saya pikir sangat tidak mungkin jika Anda melihat lima tahun ke depan, misalnya — periode waktu apapun yang Anda inginkan — bahwa Anda tidak akan memiliki miliaran orang dengan agen pribadi yang memahami tujuan Anda dan yang bekerja atas nama Anda 24/7 untuk mencapai tujuan Anda di bidang apapun yang Anda pedulikan," katanya.
Menurut dia, orang-orang pada masa mendatang akan menggunakan agen AI untuk membantu mereka menyelesaikan urusan keuangan, kesehatan, hubungan interpersonal, dan pengelolaan rumah tangga.
"Seiring kita bergerak menuju masa depan di mana kita semua berinteraksi dengan banyak agen, saya pikir WhatsApp dan platform perpesanan kita lainnya akan menjadi semakin penting," kata Zuckerberg.
Ia menambahkan bahwa WhatsApp sudah menjadi platform terkemuka tempat pengguna berinteraksi dengan Meta AI.
Meta tidak sendirian dalam menetapkan ekspektasi tinggi untuk sistem AI yang dapat bertindak atas nama seseorang, bukan hanya menjawab pertanyaan.
Google menekankan agen AI terpersonalisasi sebagai fitur utama baru dalam pembaruan layanan pencarian mereka, yang memicu protes dari pengguna yang merasa kewalahan oleh serbuan hasil AI di Google.
Sementara itu, layanan berlangganan Claude dari Anthropic meroket karena para insinyur teknologi mengagumi asisten pengkodean berbasis agen Claude Code.
Dibandingkan dengan para pesaingnya, Meta mungkin belum menikmati kepercayaan yang sama dari investor, karena terus menggelontorkan dana ke proyek-proyek inovatif yang mungkin berhasil atau mungkin tidak.
Saham Meta dilaporkan turun hampir 10 persen dalam pengumuman pendapatan perusahaan pada kuartal ini.
Meta Reality Labs milik Meta, organisasi yang bertanggung jawab atas kacamata AR, headset VR, dan perangkat lunak terkait, mengalami kerugian sekitar 4,6 miliar dolar AS (sekitar Rp83,17 triliun) pada kuartal ini.
Divisi itu mengalami kerugian sejak tahun 2021 dan nilai total kerugiannya sekarang sekitar 88 miliar dolar AS (sekitar Rp1,59 kuadriliun).
Perusahaan melaporkan arus kas bebas sebesar 784 juta dolar AS pada kuartal ini, turun dari 8,55 miliar dolar AS pada kuartal yang sama tahun lalu. Itu merupakan penurunan 91 persen dari tahun ke tahun, yang diperparah oleh investasi perusahaan dalam infrastruktur AI.
Meta dan BlackRock pekan ini mengumumkan kemitraan untuk membangun pusat data senilai 14 miliar dolar AS di El Paso, Texas.
"Kami percaya bahwa margin keuntungan dari penjualan kecerdasan artifisial akan tetap jauh lebih tinggi daripada penjualan komputasi secara langsung, tetapi kami pikir ada peluang besar, tentu saja, untuk menjual komputasi juga," kata Zuckerberg.
Ia menyakini agen personal yang sedang dikembangkan oleh Meta akan menjadi "fondasi bagi gelombang produk dan lini pendapatan kami berikutnya dalam beberapa bulan dan tahun mendatang."
Agen bisnis Meta, yang diluncurkan secara global di WhatsApp dan Messenger pada kuartal ini, sampai sekarang telah diadopsi oleh lebih dari satu juta bisnis.
Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.