Mark Ruffalo Serang Balik Paramount usai Disebut Antisemit
CNN Indonesia Senin, 24 Agu 2026 17:00 WIB Mark Ruffalo membalas tudingan Paramount setelah aktor itu men...
CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 17:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Mark Ruffalo memberikan komentar pedas terhadap Paramount setelah studio tersebut menyebut pemeran Hulk itu sebagai "antisemit" gegara menuding David dan Larry Ellison "mendukung beberapa kekuatan paling destruktif dan tidak manusiawi di dunia."
CEO Paramount Skydance, David Ellison, merupakan anak dari pendiri dari perusahaan software raksasa Oracle Corporation, Larry Ellison, yang juga dikenal adalah keturunan Italia-Yahudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kicauan di media sosial pada Minggu (23/8), Ruffalo menyebut bahwa menuding dirinya antisemit hanya karena mengkritik keterlibatan anggota keluarga Ellison yang diduga mendukung serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023 adalah "sangatlah mengerikan dan pada dasarnya tidak jujur."
"Mengkritik tindakan perdana menteri Israel, kontrak teknologi militer, atau para eksekutif yang menyediakannya tidak sama dengan mengkritik orang Yahudi. Dialog yang kritis dan penting ini kemudian secara tidak jujur dibingkai sebagai sikap anti-Israel," kata Mark Ruffalo.
"Perlu ditegaskan, pandangan saya berasal dari keyakinan politik saya sendiri dan tidak boleh ditafsirkan sebagai permusuhan terhadap orang Yahudi, yang sangat saya cintai dan hormati."
"Segala hal yang saya ketahui tentang akting, aktivisme, dan humanisme telah sangat dipengaruhi oleh teman, rekan kerja, dan orang-orang terkasih dari kalangan Yahudi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dan keluarga di setiap tahapan hidup saya."
Ruffalo menyamakan Ellison senior dengan "oligarki klasik" dan memperingatkan akan konsekuensinya jika Paramount dan Warner Bros. diizinkan untuk merger.
"Merger ini memiliki dampak nyata bagi orang-orang nyata, dan bagi seluruh negara. Menyoroti keluarga Ellison-termasuk bisnis Oracle yang dibangun di atas data, teknologi pengawasan, dan kontrak pemerintah, serta ancaman serius terhadap kebebasan redaksional dan hilangnya mata pencaharian bagi ribuan keluarga-adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan.
"Kesepakatan senilai US$111 miliar ini akan memberikan kendali atas CNN, HBO, dan Warner Bros. kepada satu keluarga, yang sebagian didukung oleh dana asing yang pengaruhnya terhadap keputusan redaksional tidak pernah dijelaskan sepenuhnya kepada publik."
Seperti diberitakan Variety, Mark Ruffalo mengunggah sebuah klip pada Sabtu (22/8) yang menampilkan anggota dewan Paramount, Safra Catz, memaparkan tentang "teknologi yang sangat menakutkan" yang digunakan Oracle untuk membantu militer Israel setelah serangan teror 7 Oktober 2023.
Pilihan Redaksi
- Paramount Teken Janji Film Tayang di Bioskop AS 45 Hari usai Merger
- Sutradara Hollywood Minta Sengkarut Paramount-WBD Segera Dituntaskan
- Nambah Lagi Jaringan Bioskop AS Dukung Paramount Beli Warner Bros
- Paramount Akan Temui Jaksa Negara Bagian Penggugat Merger Warner Bros
Menyusul unggahan Ruffalo itu, juru bicara Paramount menyatakan bahwa perusahaan merasa "terganggu ketika kiasan antisemitis digunakan dalam konteks perselisihan bisnis."
"Istilah-istilah seperti 'genosida' dan 'apartheid', jika dikaitkan dengan transaksi perusahaan, bukan sekadar keliru-melainkan sudah melampaui batas yang wajar, serta merendahkan makna penderitaan nyata yang sebenarnya digambarkan oleh istilah-istilah tersebut. Hal ini tidak perlu ditanggapi dengan cara serupa-dan perlu ditegaskan, kami tidak menoleransi prasangka dalam bentuk apa pun, terhadap siapa pun."
Mark Ruffalo termasuk tokoh publik yang menentang merger antara Paramount dan Warner Bros. Discovery sejak awal dan paling vokal. Ia bahkan merasa sudah masuk daftar hitam studio tersebut gegara aktivismenya itu.
"Saya melakukan ini karena saya tahu kami harus melakukannya dan saya tahu apa yang terjadi, kalau saya tidak bersuara, hasilnya akan tetap sama. Saya sudah masuk daftar. Saya sudah bukan teman bagi orang-orang ini," kata Rufallo seperti diberitakan Variety pada Sabtu (16/5).
"Jadi pilihannya cuma melawan atau menyerah. Tapi hasilnya akan tetap sama kalau kamu tidak melawan, kalau kamu memilih diam. Begitulah cara kerja setiap perundung di dunia," lanjutnya.
Mark Ruffalo juga ikut menandatangani surat terbuka yang mengecam merger Paramount Skydance dan WBD. Ia mengatakan bahwa banyak orang takut untuk menandatangani surat tersebut.
"Mereka takut karena, (Skydance) meminjam ucapan seorang agen ternama yang namanya tidak akan saya sebutkan di sini, keluarga Ellison adalah orang-orang yang pendendam," kata Ruffalo menyinggung David Ellison selaku pemilik Skydance.
Meski awalnya sempat ada keraguan, Mark Ruffalo menjelaskan bahwa semakin banyak pelaku industri Hollywood yang mulai berubah pikiran dan berani angkat suara.
"Yang kami tahu adalah keberanian itu menular, dan ada rasa aman ketika dilakukan bersama-sama," kata Ruffalo.
"Banyak orang yang menandatangani surat ini adalah mereka yang memang mampu untuk bersuara, seperti saya, atau justru mereka yang tidak mampu untuk diam. Mereka sedang memperjuangkan hidup mereka. Taruhannya sangat, sangat besar," lanjutnya.
(end)