Mahasiswa UI berhasil raih juara 1 dan best paper pada IDP Innovation Competition - ANTARA News Megapolitan
Depok (ANTARA) - Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) tergabung dalam tim “Temennya Nisa” berhasil meraih juara 1 sekaligus penghargaan Best Paper pada IDP Innovation Competitio...
Depok (ANTARA) - Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) tergabung dalam tim “Temennya Nisa” berhasil meraih juara 1 sekaligus penghargaan Best Paper pada IDP Innovation Competition 2026.
Tim “Temennya Nisa” terdiri atas Annisa Ramadani (Teknik Elektro 2024), Mellyana Salsabila (Teknik Sipil 2024), dan Steven (Teknik Komputer 2024) mengembangkan gagasan berjudul “BioMarket: Transformasi Pasar Tradisional sebagai Simpul Energi Desa melalui Sistem Biodigester Komunal dengan Dual-Output Biogas dan Pupuk Organik Diperkaya Biochar.”
“Kami mencoba melihat persoalan sampah pasar dari sudut pandang yang berbeda. Sampah organik tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi energi sekaligus sumber nutrisi untuk pertanian. Harapannya, BioMarket dapat menjadi konsep yang aplikatif dan dapat direplikasi di berbagai pasar tradisional di Indonesia,” ujar Annisa di Depok, Jawa Barat, Jumat.
Baca juga: Mahasiswa UI raih juara nasional Tax Competition Actifa 2026
IDP Innovation Competition 2026 bagian dari rangkaian SYNERGIA (Scientific Youth Network for Global Innovation and Action) yang mengusung tema “Synergizing Innovations: Transforming Research into Impact”.
Kompetisi ini diikuti 106 tim berasal dari 53 perguruan tinggi di Indonesia dengan menghadirkan gagasan berbasis riset yang memiliki potensi untuk diimplementasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.
BioMarket menawarkan konsep ekonomi sirkular melalui integrasi pengelolaan limbah organik, pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan hasil pertanian, dan produksi pupuk organik dalam satu ekosistem.
Konsep tersebut dirancang untuk mengolah sekitar 1,4 ton sampah organik pasar setiap hari melalui proses anaerobic digestion menjadi biogas.
Baca juga: Mahasiswa FKG UI raih juara 1 Dentisphere 6
Biogas yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan cold storage berkapasitas 5 ton. Pemanfaatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kualitas sekaligus memperpanjang umur simpan komoditas hortikultura.
Proses pengolahan menghasilkan digestate yang kemudian diformulasikan bersama biochar sekam padi menjadi pupuk organik bagi petani lokal.
Melalui pendekatan tersebut, BioMarket membentuk siklus ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan sampah pasar dengan kebutuhan energi dan pertanian.
Sampah organik diolah menjadi energi, energi dimanfaatkan untuk mendukung penyimpanan hasil pertanian, sedangkan hasil pengolahan limbah dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung produksi pertanian.
Komoditas yang dihasilkan kemudian kembali masuk ke dalam aktivitas pasar. Konsep tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan post-harvest loss, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan nilai guna limbah organik.
Baca juga: Mahasiswa UI raih juara 1 pada kompetisi arsitektur internasional
Inovasi ini juga memperlihatkan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan aspek teknologi, lingkungan, energi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan BioMarket turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 7: Affordable and Clean Energy melalui pemanfaatan biogas sebagai sumber energi terbarukan serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengolahan limbah organik menjadi sumber daya bernilai.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana inovasi berbasis riset dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.