Mahasiswa KKN-PPM UGM gelar Seminung Cultural Festival 2026 di Lampung Barat
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengadakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Lumbok Seminung berkolaborasi dengan pengelola Kawasan Pasar Tematik dan ANTARA News lampung 27 ...
Mahasiswa KKN-PPM UGM gelar Seminung Cultural Festival 2026 di Lampung Barat
Minggu, 9 Agustus 2026 13:00 WIB
Mahasiswa KKN-PPM UGM menyelenggarakan Seminung Cultural Festival di Lampung Barat. (ANTARA/HO-KKN PPM UGM)
Bandarlampung (ANTARA) - Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengadakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Lumbok Seminung berkolaborasi dengan pengelola Kawasan Pasar Tematik dan masyarakat setempat menyelenggarakan Seminung Cultural Festival di Lampung Barat.
Festival tersebut mengangkat tema ”Ragom Budaya Sai Nguatko Kemuaghian Ghik Ngangkat NilaiNilai Luhur”.
"Melalui tema ini, mari kita jadikan keberagaman budaya yang kita miliki sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengangkat nilai-nilai luhur warisan leluhur. Kami mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga, melestarikan, dan membanggakan budaya lokal agar tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Ketua Pelaksana Seminung Cultural Festival Muhammad Faiz Muzakki.
Festival yang digelar pada 24–25 Juli 2026 di Kawasan Pasar Tematik, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan sekaligus melestarikan kekayaan seni, budaya, dan kuliner khas daerah.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan, festival mendapat antusiasme tinggi dengan dihadiri sekitar seratus peserta dan pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari unsur pemerintah daerah, perangkat kecamatan dan pekon, tokoh adat, pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Jumat (24/7), dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Lumbok Seminung, Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Lumbok Seminung, Kepala Subbagian Perencanaan Kecamatan Lumbok Seminung, serta masyarakat setempat.
Berbagai program edukatif dan pemberdayaan yang diinisiasi mahasiswa KKN-PPM UGM turut memeriahkan festival. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan ialah Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Kopi, yang mengedukasi peserta mengenai pemanfaatan komoditas kopi menjadi produk bernilai tambah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai proses pembuatan lilin aromaterapi sekaligus peluang pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal.
Festival juga menghadirkan NILARASA: Nila dan Cita Rasa Nusantara, yaitu lomba menghias tumpeng antarpekon di Kecamatan Lumbok Seminung.
Perlombaan itu bertujuan mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah ikan nila sebagai komoditas unggulan daerah menjadi sajian kuliner yang menarik, bernilai ekonomi, sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa khas Lumbok Seminung.
Pada bidang kesehatan, mahasiswa KKN-PPM UGM bekerja sama dengan puskesmas setempat menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis. Kegiatan diawali dengan pengisian formulir riwayat kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Setelah pemeriksaan, peserta memperoleh layanan konsultasi kesehatan bersama tenaga medis. Sebagai media edukasi budaya, mahasiswa juga menghadirkan Mading Interaktif bertema "Budaya: Jati Diri Bangsa" yang menyajikan informasi mengenai keberagaman budaya Indonesia melalui panel-panel edukatif.
Kehadiran media interaktif tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Senandung Seminung 2026 Maulina Atika Sari menyampaikan bahwa Seminung Cultural Festival menjadi bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengangkat potensi lokal.
"Seminung Cultural Festival kami hadirkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi yang dimiliki sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah festival, tetapi mampu menjadi pemantik lahirnya inovasi, kolaborasi, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan di Lumbok Seminung," ujarnya.
Memasuki hari kedua, Sabtu (25/7), festival dihadiri oleh perwakilan Bupati Lampung Barat, yaitu Staf Ahli Administrasi Umum beserta jajaran, Camat Lumbok Seminung, perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Lampung Barat, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Lampung Barat beserta jajaran, perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Lampung Barat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Daerah Lampung, para peratin, pemangku adat, serta masyarakat yang turut memeriahkan festival.
Acara dibuka pada pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang dibawakan oleh masyarakat setempat.
Penampilan diawali dengan Tari Nyambai oleh perwakilan ibu-ibu Kecamatan Lumbok Seminung, dilanjutkan Tari Sembah Batin dan Tari Jaipong yang dibawakan oleh siswa SDN 1 Lombok Timur, Tari Zapin Melayu oleh siswa SDN 1 Lombok, serta penampilan vokal solo putri dan solo putra.
Ragam pertunjukan tersebut menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus ruang apresiasi bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan kekayaan seni daerah.
Pada hari kedua, mahasiswa KKN-PPM UGM juga menghadirkan Pojok Saran Pembangunan Danau Ranau Berbasis Aspirasi Masyarakat Lumbok Seminung.
Melalui media papan aspirasi, masyarakat dapat menyampaikan kritik, saran, dan gagasan terkait pengembangan kawasan Danau Ranau secara langsung.
Aspirasi yang terkumpul diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan kawasan wisata yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Pewarta : Mahasiswa KKN-PPM UGM
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.