pickleballvnz.com

Lulusan pendidikan kesetaraan PKBM Bina Insani Banjarmasin mampu tembus berbagai perguruan tinggi - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani membuktikan bahwa mutu pendidikan nonformal setara dengan sekolah reguler setelah para lulusannya berhasil diterima di berbagai univer...

Banjarmasin (ANTARA) - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani membuktikan bahwa mutu pendidikan nonformal setara dengan sekolah reguler setelah para lulusannya berhasil diterima di berbagai universitas negeri maupun swasta terkenal.

"Capaian tersebut mematahkan stigma negatif masyarakat terhadap ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang sering dianggap kelas dua," ujar Tutor PKBM Bina Insani Herawaty Diah di Banjarmasin.

Herawaty menyatakan bahwa saat ini pemerintah telah menjamin legalitas kesetaraan yang sama sehingga masyarakat tidak perlu ragu dengan kualitas maupun keabsahan ijazah nonformal.

Diketahui, program sekolah Paket A, Paket B, dan Paket C ini dihadirkan khusus untuk memfasilitasi para anak yang putus sekolah dan mereka yang mengalami kendala sehingga tidak bisa melanjutkan ke jenjang sekolah formal.

Lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Cahaya Insani yang berdiri sejak 28 Oktober 2006 ini, hingga pertengahan 2026 telah mendidik sebanyak 397 orang siswa yang didukung oleh 21 orang tenaga pendidik berkompeten.

Pada kelulusan tahun 2026, PKBM Bina Insani meluluskan total 188 peserta didik yang terdiri atas 101 orang lulusan program Paket C (setara SMA), 80 orang lulusan program Paket B (setara SMP), dan 7 orang lulusan program Paket A (setara SD).

"Dalam rangka meluaskan jangkauan pelayanan anak tidak sekolah di Banjarmasin, kami telah membuka cabang di Kelayan Timur, Sungai Bilu, Sungai Baru, Pemurus Baru, dan Panti Asuhan Kilometer 10," tutur Herawaty.

Selain pengajaran akademik yang fleksibel agar siswa bisa belajar sambil bekerja, lembaga ini juga konsisten membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan kerja lapangan seperti pelatihan menjahit, kursus komputer, tata rambut, hingga pembuatan kue kering.

Tidak hanya keterampilan teknis, pihak yayasan secara khusus juga bekerjasama dengan Lembaga Kahfi El-Abrar (communication School) untuk membekali para peserta didik dengan keterampilan public speaking (berbicara di depan umum) guna menguatkan rasa percaya diri mereka saat lulus nanti.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Insani H. Ahmad Hasan mengungkapkan bahwa sarana prasarana belajar yang memadai kini telah dialihkan menjadi aset yayasan agar menjadi fasilitas publik yang sah.

"Namun, saat ini bangunan utama memerlukan rehabilitasi total karena mengalami keretakan akibat kondisi tanah yang miring dan cukup membahayakan peserta didik," kata Ahmad Hasan.

Ahmad Hasan mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin yang dalam tiga tahun terakhir rutin memberikan bantuan operasional berupa alat tulis, tas, dan buku untuk peserta didik, serta bantuan transportasi guru.

Tantangan terbesar saat ini adalah lebih dari 50 persen kasus anak putus sekolah dipicu oleh faktor kecanduan gawai dan game hingga larut malam. Untuk itu, pengelola berharap pemerintah daerah dapat memperkuat program pencegahan anak putus sekolah melalui kolaborasi dengan satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

Bendahara PKBM Bina Insani Herawaty Diah memberikan motivasi dan pemaparan program keterampilan di hadapan puluhan peserta didik pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di Kota Banjarmasin, Selasa (14/7/2026).(ANTARA/Abdul Hakim)

Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.