LKC Dompet Dhuafa dan Pemkab Agam reaktivasi 7 posyandu di Salareh Aia
Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang diselenggarakan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menjadi ruang untuk ANTARA News lampung 103 ...
LKC Dompet Dhuafa dan Pemkab Agam reaktivasi 7 posyandu di Salareh Aia
Sabtu, 29 Agustus 2026 14:14 WIB
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menggelar Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang diselenggarakan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Dompet Dhuafa
Agam, Sumatera Barat (ANTARA) - Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang diselenggarakan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan respon dan pemulihan kesehatan yang telah dilakukan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Selain itu, forum tersebut juga untuk mendengarkan langsung pengalaman masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan yang masih tersisa, sekaligus mempertemukan pemerintah, masyarakat, fasilitas kesehatan, dan mitra untuk menentukan arah penguatan selanjutnya.
Forum itu digelar pada Kamis (27/8) lalu dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Hendri Rusdian yang diwakilkan oleh Yori Sulistia selaku Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa Yeni Purnamasari, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang Sumatera Barat Novil Oksan Putra, Camat Palembayan Endrisasman, Kepala Puskesmas Koto Alam Yelmita Juwarnis, Wali Nagari Salareh Aia, serta jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, kader, masyarakat, penerima manfaat, dan mitra lainnya.
“Melalui Program Recovery Kebencanaan, LKC Dompet Dhuafa telah melakukan pendampingan selama enam bulan di Nagari Salareh Aia yang mencakup 7 Posyandu di 4 jorong dan 42 kader, dengan fokus pada pemulihan fungsi Posyandu, penguatan kapasitas kader, layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, pemantauan kelompok rentan, serta penguatan sarana kesehatan,” ujar Yeni Purnamasari selaku General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa.
Proses pemulihan di Salareh Aia merupakan bagian dari rangkaian respon kemanusiaan Dompet Dhuafa setelah masyarakat terdampak bencana.
“Dalam fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa Singgalang bersama jejaring Dompet Dhuafa bergerak merespons kebutuhan masyarakat terdampak. Setelah kondisi mulai berangsur pulih, kebutuhan masyarakat berkembang dari kebutuhan darurat menjadi kebutuhan untuk mengembalikan fungsi layanan dasar dan memperkuat kapasitas masyarakat,” ujar Novil.
Dalam masa pemulihan, LKC Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Agam mengarahkan perhatian kepada kelompok rentan yang membutuhkan kesehatan secara berkelanjutan.
“Dari bulan Mei sampai dengan sekarang partisipasi masyarakat menunjukkan peningkatan ya, dari 75 sekarang sudah sampai 105 kehadiran. Kemudian kehadiran ibu hamil juga terus meningkat. Jika melihat dari data yang kami kumpulkan, pada program pos gizi, 90 persen peserta lulus program pos gizi kenaikan berat badan di atas 300 gram selama 3 bulan, kemudian pendampingan posyandu bayi/balita mendampingi 140 balita terpantau status gizinya, 19 dari 19 ibu hamil terpantau status gizinya, dan 135 lansia juga berhasil kami lakukan skrining kesehatannya,” kata Yeni.
Selain itu, untuk mendukung kegiatan tersebut LKC Dompet Dhuafa memberikan dukungan berupa antropometri kit, tensimeter, doppler, partus set, sarana prasarana posyandu, buku kecakapan kader, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Melalui sambutan video jarak jauh, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI Lovely Daisy menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata tersebut.
"Pendampingan pos gizi dan posyandu selama lima bulan terakhir oleh LKC Dompet Dhuafa merupakan bentuk nyata sinergi dalam pemulihan pascabencana galodo. Langkah berkelanjutan ini sangat penting agar fungsi pelayanan kesehatan dasar dapat bangkit kembali, mempercepat pemulihan kesehatan keluarga, serta memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan di masa transisi ini," ungkapnya.
Arah tersebut menempatkan pemulihan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer, posyandu, kader, pemantauan kelompok rentan, kesiapsiagaan, serta kolaborasi lintas pihak.
Bagi Pemerintah Kabupaten Agam, dukungan dari mitra diharapkan dapat memperkuat sistem yang sudah ada, sementara pemerintah memastikan hasil pemulihan dapat terus terintegrasi dalam pelayanan publik dan pembangunan kesehatan daerah.
"Pemulihan pascabencana ini tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan harus menjadi momentum untuk membangun kembali sistem kesehatan masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kehadiran program seperti pos gizi dan pendampingan posyandu dari LKC Dompet Dhuafa telah meletakkan fondasi penting. Tugas kita bersama di tingkat kecamatan dan nagari adalah memastikan praktik baik ini terus berjalan dan diperkuat demi kesehatan keluarga di Palembayan," ujar Camat Palembayan Endrisasman.
Sementara itu, masyarakat mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan yang telah digulirkan tersebut memberikan manfaat selama masa proses pemulihan.
“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa karenanya kami bisa diberi penguatan kapasitas kader. Kami merasa tidak sendirian apalagi setelah bencana kami berusaha untuk pulih ya pak, alhamdulillah kami didukung oleh LKC Dompet Dhuafa dan pemerintah, sehingga sekarang semua perlahan kembali membaik, jadi kami bisa melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik,” ujar salah satu kader Efria Ernanda.
Senada dengan itu, salah seorang penerima manfaat menuturkan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi hal yang penting dan fasilitas yang baik juga ditunggu-tunggu oleh warga yang selama ini perlu memastikan kondisi kesehatannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa. Kegiatan pos gizi membantu dalam memperbaiki kondisi anak saya. Setelah kondisi mulai membaik, saya kembali membawa anak ke Posyandu. Yang paling membantu bukan hanya pemeriksaannya, tetapi adanya kader yang mengingatkan dan membantu kami mendapatkan informasi tentang kesehatan. Kami berharap layanan seperti ini tetap berjalan karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang dekat dan mudah dijangkau,” ujar Etramaiyeti selaku penerima manfaat ibu asuh dari balita pos gizi.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.