pickleballvnz.com

Lewat Batik Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field berdayakan perempuan di Muara Enim

Matahari belum lama terbit di Muara Enim, Sumatera Selatan, tetapi asap sudah menyembul dari tungku pemanas malam, Jumat (11/9/2026). Ira (42) duduk di atas dingklik (kursi kayu ANTARA News sumsel 2 ...

Lewat Batik Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field berdayakan perempuan di Muara Enim

Jumat, 11 September 2026 20:44 WIB

Image Print

Ira, salah seorang pengrajin batik di Muara Enim, Sumatera Selatan, yang mendapatkan binaan Pertamina EP Limau Field. (ANTARA/HO/PHR 4)

Palembang (ANTARA) - Matahari belum lama terbit di Muara Enim, Sumatera Selatan, tetapi asap sudah menyembul dari tungku pemanas malam, Jumat (11/9/2026). Ira (42) duduk di atas dingklik (kursi kayu rendah). Kain putih terkulai di tangan kirinya, sementara canting berisi malam cair berada di genggaman tangan kanannya.

Tangan Ira meliuk-liuk menuntun cairan malam menyusuri pola di atas kain. Berjam-jam waktu ia habiskan di atas kursi kecil tersebut, ditemani malam yang mendidih di atas tungku.

Sudah sekitar tiga tahun Ira menekuni pekerjaan sebagai perajin batik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Pada hari biasa, ia membatik dari siang hingga sore hari setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Namun, saat pesanan menumpuk, Ira bersama 11 perempuan pembatik lainnya membatik sejak fajar hingga matahari terbenam.

Setiap kali pesanan batik khaman meningkat, Ira kerap teringat masa-masa perjuangan pascapandemi COVID-19. Kala itu, keluarganya bergantung penuh pada penghasilan sang suami, Sandra Sugianto (52), yang bekerja sebagai buruh kebun karet.

Pendapatan dari mengurus kebun karet milik orang lain tidak menentu, biasanya hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Demi menyambung hidup bersama suami dan dua anaknya, Ira sempat berjualan kue. Meski telah bekerja keras, tambahan penghasilan dari berjualan kue saat pandemi tetap belum mencukupi kebutuhan keluarga.

Pada 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari untuk membantu produksi batik. Secara bertahap, Ira belajar membatik. Ia kemudian menularkan semangat tersebut kepada putrinya, Syafira Dese Novianti (22), serta perempuan-perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Berkat aktivitas membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman, Syafira kini berhasil meraih gelar sarjana.

Ketekunan Ira, Etika, dan para perempuan di Desa Lubuk Raman menginspirasi Pertamina EP (PEP) Limau Field. Perusahaan hulu migas yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) tersebut menggulirkan program Community Involvement and Development (CID) melalui Rumah Batik Boek Khaman sejak 2023.

PEP Limau Field memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pelatihan tata kelola keuangan, administrasi kelompok, strategi penjualan, pembuatan batik ecoprint, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perbaikan sarana dan prasarana, branding, pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar.

Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada produksi batik, tetapi juga pengembangan unit usaha UMKM berupa olahan pangan dan buah tangan. Hingga kini, sebanyak enam UMKM telah bergabung di dalam Rumah Kreatif Boek Khaman.

Saat ini, Rumah Kreatif Boek Khaman mampu memproduksi sekitar 200 lembar kain batik setiap bulan dengan omzet penjualan mencapai Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Ira menceritakan bahwa setiap pembatik kini dapat mengantongi penghasilan Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan. Jika pesanan sedang melonjak, pendapatan mereka bahkan dapat menyentuh angka Rp5 juta per bulan.

Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman dijadwalkan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan guna memastikan kelompok masyarakat ini mandiri saat program pendampingan berakhir (exit program).

"Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tidak padam dan menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lain di sekitar wilayah operasi kami," kata Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.

Program pemberdayaan ini telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Rumah Kreatif Boek Khaman berhasil menyabet penghargaan Gold kategori Economic Empowerment pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Penghargaan kategori Economic Empowerment ISRA 2026 diberikan kepada instansi yang dinilai berhasil memperkuat ketahanan ekonomi serta mata pencaharian komunitas masyarakat melalui program yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, program ini meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026, yang merupakan forum apresiasi program pengembangan masyarakat di lingkungan Pertamina Subholding Upstream.

Sebagai informasi, PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

Wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota (Prabumulih dan Palembang) serta sembilan kabupaten (Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu) di bawah pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026