pickleballvnz.com

Legislator Kalbar : Pemda gencarkan kampanye gunakan masker - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Anggota DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Zulfydar Zaidar Mochtar mendorong pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten untuk kampanye gunakan masker karena saat ini kualitas udar...

Pontianak (ANTARA) - Anggota DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Zulfydar Zaidar Mochtar mendorong pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten untuk kampanye gunakan masker karena saat ini kualitas udara dalam kondisi tidak sehat dampak kabut asap.

"Kami terus mendorong pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah untuk lebih masif melakukan edukasi dan kampanye penggunaan masker kepada masyarakat," ujarnya di Pontianak, Senin.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Hal itu karena masih banyak masyarakat mengabaikan menggunakan masker saat di luar rumah. Padahal asap sangat berbahaya bagi kesehatan terutama dalam hal pernapasan.

“Kembali, tingkat udara dari akibat asap ini sudah membuat masyarakat khawatir. Kami  sangat mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya ketika berada di luar rumah,” ujar Zulfydar.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Jika tidak dicegah dan ditangani, paparan asap dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

"Apabila masyarakat tidak melakukan langkah pencegahan di tengah kondisi udara yang buruk, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh warga tetapi juga berpotensi meningkatkan beban pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit dan berpotensi menciptakan masalah baru," kata dia.

Berdasarkan data BMKG Kalbar, sebaran titik panas pada 23 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB tercatat sebanyak 956 titik panas di Kalbar.

Sementara untuk kualitas udara, berdasarkan laporan 24 jam terakhir dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara AQMS Pontianak pada Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 193 atau berada pada kategori tidak sehat. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2,5, dengan temperatur udara 25,7 derajat Celsius. Paparan partikel halus PM2,5 dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.