pickleballvnz.com

Legenda Manusia 3 Meter, Berambut Merah, dan Kanibal

Jakarta - Kepercayaan bahwa manusia raksasa dulunya hidup di Bumi masih menjadi misteri. Salah satu yang populer adalah legenda Si-Te-Cha.Pernah muncul klaim bahwa arkeolog menemukan sisa kerangka denga...

Jakarta -

Kepercayaan bahwa manusia raksasa dulunya hidup di Bumi masih menjadi misteri. Salah satu yang populer adalah legenda Si-Te-Cha.

Pernah muncul klaim bahwa arkeolog menemukan sisa kerangka dengan tinggi 10 kaki atau sekitar tiga meter di Nevada, Amerika Serikat. Katanya, para ahli menemukan jejak manusia dengan tinggi di atas rata-rata manusia saat ini yakni 10 kaki atau tiga meter. Mereka pun sudah dimumikan.

Menurut Paiute, suku di Nevada, Si-Te-Cha datang ke Nevada ribuan tahun lalu dan berdiam di Gua Lovelock. Ciri mereka adalah berambut merah, jangkung, dan memiliki kultur kanibalisme. Konon, Si-Te-Cha datang dari pulau yang nun jauh dari sana.

Dikutip detikINET dari Nevadagram, legenda mengatakan suku Si-Te-Cah menyeberangi samudra dengan rakit yang terbuat dari alang-alang. Mereka langsung bikin geger Suku Paiute karena lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih 'kejam'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat kabar yang sensasional

Sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar lokal Nevada Review-Miner, mengklaim bahwa dua kerangka raksasa telah ditemukan di dasar danau kering dekat Lovelock.

Sisa-sisa ini masing-masing berukuran tinggi 8,5 dan 10 kaki. Mereka dimumikan dengan cara yang mirip dengan yang digunakan oleh Mesir Kuno.

Meski begitu, dikatakan tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa Si-Te-Cha punya tinggi hingga tiga meter. Studi university of Nevada pada pertengahan 1970-an memang pernah mengklaim menemukan raksasa, tapi tingginya bukan 10 kaki melainkan enam kaki -- hanya sekitar 1,82 cm.

Para antropolog sadar bahwa mitos akan lebih menarik dan, apa pun yang mereka katakan, kemungkinan kepercayaan yang belum dapat dibuktikan itu akan tetap ada.

Studi pertengahan tahun 1970-an dilakukan setelah seikat tulang, yang diberi label 'tulang raksasa', ditemukan di lemari yang sudah lama terabaikan di gedung Nevada Historical Society di Reno.

Mendiang Sheilagh Brooks, yang menjabat sebagai ketua departemen antropologi di UN-Las Vegas, menganalisis tulang-tulang tersebut yang tampaknya berasal dari Gua Lovelock.

Menariknya, Dr Brooks mengatakan penyelidikannya menunjukkan bahwa beberapa tulang berasal dari sapi, bukan raksasa. Tulang manusia tampaknya merupakan sisa-sisa orang Indian.

"Mungkin setinggi enam kaki -- besar, tetapi tidak sebesar itu," katanya.


Asal muasal mitologi raksasa kanibal berambut merah

Mitos tersebut dituliskan pada tahun 1883 oleh Sarah Winnemucca Hopkins, putri seorang kepala suku Indian Paiute. Ia menceritakan tentang suku kanibal berambut merah yang aneh yang diusir oleh leluhurnya ke dalam sebuah gua.

Ia mengatakan bahwa 'pemakan manusia' itu sangat ganas sehingga mereka akan melompat ke udara, menangkap anak panah yang melesat di atas kepala mereka, dan menembakkannya kembali ke musuh mereka. Suku Paiute menamai raksasa-raksasa itu Si-Te-Cah, yang diterjemahkan sebagai pemakan tule.

Para raksasa itu menenun tule, tanaman air berserat, menjadi rakit untuk berlayar melintasi sisa-sisa Danau Lahontan. Ya begitulah ceritanya.

(ask/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA