Lapas Ambon perketat pengamanan usai kasus pelarian satu warga binaan - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memperketat pengamanan setelah terjadi kasus pelarian warga binaan dengan memperbaiki penerangan dan mengaktifkan kembali pos atas II penjagaan. K...
Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memperketat pengamanan setelah terjadi kasus pelarian warga binaan dengan memperbaiki penerangan dan mengaktifkan kembali pos atas II penjagaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Ambon S. Hendra Budiman di Ambon, Jumat, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan warga binaan untuk melarikan diri.
“Keamanan lapas adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Kami telah menginstruksikan jajaran untuk segera membenahi seluruh titik lemah, mulai dari penerangan yang minim hingga penempatan personel di pos atas II,” katanya.
Menurut Hendra, penguatan pengamanan dilakukan dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana serta menempatkan petugas pada titik yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Ia mengatakan keberadaan personel di pos atas II menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan pemantauan terhadap area dalam dan sekitar lapas.
“Perbaikan fasilitas dan penempatan personel pada pos atas II adalah harga mati untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Ambon Jefry Persulessy mengatakan pihaknya menambah lampu sorot di sejumlah area luar lapas, terutama sekitar tembok perimeter dan area branggang yang sebelumnya minim penerangan.
“Penerangan di area luar dan titik rawan tembok perimeter sudah kami maksimalkan. Pos atas II yang sebelumnya kosong juga kini sudah terisi oleh petugas secara bergiliran,” katanya.
Jefry mengatakan pengisian pos tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan pada jalur pemantauan keamanan lapas, terutama pada malam hari.
Selain memperbaiki penerangan dan mengaktifkan kembali pos penjagaan, jajaran pengamanan meningkatkan kewaspadaan dalam memantau aktivitas warga binaan.
“Dengan tambahan penerangan dan rekan-rekan yang kini mengisi pos kosong, kami merasa jauh lebih terbantu dan sigap dalam mengawasi situasi. Pengawasan kini menjadi lebih berlapis dan terpantau dengan baik,” ujarnya.
Hendra mengatakan evaluasi sistem pengamanan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan sarana pendukung keamanan.
Ia menegaskan penguatan pengamanan tidak hanya ditujukan untuk mencegah pelarian, tetapi juga memastikan proses pembinaan warga binaan tetap berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.