Laba PTBA Melejit 218 Persen Jadi Rp2,65 Triliun di Semester I-2026
AKURAT.CO PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID berhasil membukukan laba bersih Rp2,65 triliun pada semester I-2026, melonjak 218% dibandingkan dengan periode yang sama t...
AKURAT.CO PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID berhasil membukukan laba bersih Rp2,65 triliun pada semester I-2026, melonjak 218% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari mengatakan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai Rp22,03 triliun atau meningkat 8% secara tahunan (year on year/yoy).
“Kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal 2, penguatan penjualan ekspor serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara,” kata Una kata Turino dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Produksi Batu Bara PTBA Semester I-2026 Capai 19,45 Juta Ton, Penjualan Tembus 21,1 Juta Ton
Dari sisi operasional, PTBA mencatat produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton sepanjang semester I/2026. Sementara itu, penjualan batu bara mencapai 21,1 juta ton.
Penjualan ekspor tercatat sebesar 10,33 juta ton, tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor utama PTBA antara lain Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
“Sementara itu penjualan domestik tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan,” ujarnya.
Penguatan harga batubara turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Pada Semester I 2026, Newcastle Index meningkat 25% yoy dan ICI-3 naik 15% yoy, yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) PTBA sebesar 10% yoy.
Kondisi tersebut mendukung peningkatan pendapatan dan profitabilitas Perseroan di tengah dinamika volume produksi dan penjualan.
Sementara itu, Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan mengatakan, capaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.
Baca Juga: 11 Tersangka Tambang Ilegal di IUP PTBA Ditangkap, Negara Rugi Rp95,9 Miliar
“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan. Momentum penguatan harga batubara global kami manfaatkan melalui strategi penjualan yang adaptif, disertai program efisiensi untuk menjaga disiplin biaya,” tutur Bambang.