pickleballvnz.com

Laba BUMN Naik 75 Persen, Prabowo Soroti Permainan Angka di Laporan

Prabowo mengatakan angka tersebut menunjukkan kenaikan laba BUMN sebesar 75,3% dalam setahun. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan keuntungan, tetapi juga memastikan angka yang disampaikan pe...

Prabowo mengatakan angka tersebut menunjukkan kenaikan laba BUMN sebesar 75,3% dalam setahun. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan keuntungan, tetapi juga memastikan angka yang disampaikan perusahaan mencerminkan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Prabowo Mau Semua Barang Subsidi Disalurkan Lewat Koperasi

"Kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit," kata Prabowo dalam sidang paripurna di komplek parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dia mengatakan pemerintah telah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Hasil koreksi tersebut membuat laba BUMN pada 2024 berada di level Rp186 triliun.

"Dengan perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun. Naik 75,3 persen dari 2024," ujar Prabowo.

Prabowo juga memaparkan perkembangan kinerja sejumlah BUMN pada enam bulan pertama 2026. Beberapa perusahaan mencatat pertumbuhan laba bersih yang cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

PT Semen Indonesia disebut mencatat kenaikan laba bersih sebesar 408,9% pada semester I 2026. Sementara itu, laba bersih PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8%.

Kinerja positif juga disebut terjadi di PT Pertamina dengan kenaikan laba bersih 86%. Pegadaian mencatat pertumbuhan laba bersih 84,4%, sedangkan Pelindo naik 60,4%.

"Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen. 400 persen! Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen. Untung bersih PT Pertamina naik 86 persen. Untung bersih Pegadaian naik 84,4 persen," kata Prabowo.

"Untung bersih Pelindo naik 60,4 persen. Dan untung bersih PT PN naik 54,4 persen," lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo: Bagian Ojol Kini 92 Persen, Penghasilan Ada yang Naik 3 Kali

Kenaikan laba tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap kinerja perusahaan pelat merah. Prabowo sebelumnya juga menekankan perlunya pembenahan BUMN dilakukan secara menyeluruh, termasuk dari sisi tata kelola dan transparansi laporan keuangan.

Selain laba, pemerintah juga memperoleh kontribusi BUMN melalui dividen. Prabowo menyebut dividen BUMN pada 2024 mencapai Rp85,5 triliun.

Angka tersebut menjadi salah satu sumber penerimaan negara dari perusahaan milik pemerintah. Namun, Prabowo menekankan bahwa peningkatan kontribusi BUMN harus berjalan seiring dengan pembenahan kinerja dan kualitas laporan keuangan.

Menurut Prabowo, koreksi terhadap laporan keuangan diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perusahaan negara.

"Kita telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Setelah kita koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun," ujarnya.

Di tengah peningkatan laba sejumlah BUMN, Prabowo mengatakan pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memulihkan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Prabowo, maskapai penerbangan nasional tersebut sebelumnya menghadapi kondisi keuangan yang berat. Bahkan, sejumlah pesawat Garuda sempat tidak beroperasi atau grounded karena tidak dapat diperbaiki.

Pemerintah kemudian melakukan upaya reaktivasi pesawat untuk meningkatkan kapasitas operasional Garuda Indonesia.

"Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded, tidak bisa mereka perbaiki, kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded," kata Prabowo.

Dia menyebut hingga Juni 2026 jumlah pesawat Garuda Indonesia yang berhasil direaktivasi bertambah 20 unit sehingga total pesawat yang telah kembali beroperasi mencapai 140 unit.

"Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat," ujarnya.

Prabowo mengatakan perbaikan kinerja Garuda Indonesia mulai memberikan harapan bagi perusahaan untuk kembali mencatat keuntungan. Namun, kondisi eksternal, termasuk konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi prospek bisnis maskapai.

Presiden mengatakan apabila tidak terjadi perang di Timur Tengah, Garuda Indonesia diperkirakan sudah dapat mencatat keuntungan pada Juli 2026. Pemerintah kini berharap maskapai tersebut dapat kembali mencetak laba pada awal 2027.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung," kata Prabowo.

"Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," lanjutnya.

Prabowo menegaskan pembenahan BUMN akan terus dilakukan, termasuk dalam memastikan kualitas laporan keuangan perusahaan negara. Pemerintah tidak ingin peningkatan laba hanya terlihat dalam laporan tanpa mencerminkan kondisi operasional perusahaan yang sebenarnya.

"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," kata Prabowo.

Dia juga meminta pihak yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan evaluasi BUMN memberikan proyeksi kinerja secara terbuka, termasuk untuk periode enam bulan pertama 2026.