pickleballvnz.com

KPU DIY bentuk karakter pemilih cerdas sejak SMA lewat MPLS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama KPU kabupaten dan kota setempat membentuk karakter pemilih cerdas sejak bangku SMA sederajat melalui penguatan ANTARA News jogja 21 ...

KPU DIY bentuk karakter pemilih cerdas sejak SMA lewat MPLS

Selasa, 21 Juli 2026 20:50 WIB

Image Print

Ketua KPU Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Shidqi. ANTARA/HO-KPU DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama KPU kabupaten dan kota setempat membentuk karakter pemilih cerdas sejak bangku SMA sederajat melalui penguatan pemahaman nilai-nilai demokrasi selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2026.

Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi mengatakan pembekalan tersebut penting mengingat para siswa baru yang saat ini duduk di kelas satu SMA akan berusia 17 tahun dan menjadi pemilih pemula Pemilu 2029, sehingga penanaman sistem demokrasi sejak dini diperlukan sebelum mereka menggunakan hak pilihnya.

"Kalau seberapa penting penguatan demokrasi bagi kami ini sangat penting, mengenalkan nilai-nilai demokrasi kepada anak-anak itu sejak awal, sejak dini, sebelum mereka menjadi pemilih nantinya," katanya di Yogyakarta, Selasa,

Menurut dia edukasi politik secara berkesinambungan kepada generasi muda adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan integritas demokrasi Indonesia, sehingga KPU terus memperluas jangkauan pendidikan pemilih degan program yang adaptif, inklusif, dan relevan agar melahirkan pemilih pemula yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.

Baca juga: Pengamat ingatkan celah penyalahgunaan data pribadi pada unggahan MPLS

Baca juga: Pengamat menilai unggahan MPLS cukup memuat informasi yang diperlukan

"Ini kesempatan emas bagi KPU untuk mengenalkan apa itu demokrasi, apa itu Pemilu, apa itu penyelenggara Pemilu, sehingga besok ketika sudah menghadapi Pemilu mereka relatif lebih masuk ke tahapan pemilihan," katanya.

Terkait jumlah sekolah di DIY yang dijangkau dalam program pendidikan pemilih, kata dia, KPU DIY secara pasti angka belum ada datanya, namun setidaknya hampir separo dari jenjang SMA di kabupaten kota DIY sudah disasar program oleh masing-masing KPU kabupaten.

"KPU DIY itu sifatnya hanya support, membantu, tapi aktor garda terdepan di lapangan, di sekolah-sekolah itu adalah teman-teman KPU kabupaten/kota, karena sekolah-sekolah itu kan ada di daerah kabupaten kota," katanya.

Dia mengatakan masing-masing dari KPU kabupaten kota yang sudah berkunjung ke sekolah sekolah jumlahnya bervariasi, mulai dari enam sampai 15 sekolah, tergantung koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah setempat.

"Jadi tidak semua sekolah memang dijangkau, tetapi setidaknya lebih dari 50 persen di masing-masing kabupaten dan kota, baik itu SLTP maupun SLTA dijangkau oleh teman teman KPU selama kegiatan MPLS," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026