pickleballvnz.com

KPK usut sejumlah pengadaan di BNPB yang menangkan perusahaan terafiliasi istri tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah pengadaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memenangkan perusahaan terafiliasi istri tersangka kasus ANTARA News kepri 4 ...

KPK usut sejumlah pengadaan di BNPB yang menangkan perusahaan terafiliasi istri tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 10:52 WIB

Image Print

Pihak swasta Bima Setiawan (kanan), adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, berjalan mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/kye

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah pengadaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memenangkan perusahaan terafiliasi istri tersangka kasus dugaan korupsi dana siap pakai untuk penanganan bencana.

“Beberapa perusahaan, komisaris utamanya ataupun direkturnya adalah istri dari BMS. Tentu itu semuanya menjadi materi pendalaman oleh penyidik terkait unsur adanya dugaan konflik kepentingan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.

BMS merupakan Bima Setiawan yang merupakan salah satu tersangka kasus tersebut sekaligus adik mantan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto.

Menurut Budi, KPK mendalami hal tersebut karena sejumlah proyek diduga sengaja diatur untuk dimenangkan pihak-pihak tertentu.

“Ada dugaan beberapa proyek ini memang sengaja di-plotting (diatur, red.) untuk dimenangkan pihak-pihak tertentu, di antaranya ada perusahaan yang terafiliasi dengan salah satu tersangka, yaitu BMS,” katanya.

Baca juga: KPK sita Rp250 juta, diduga terkait Muktamar NU

Di sisi lain, dia mengatakan KPK tengah mendalami dugaan suap pengadaan yang dilakukan oleh pihak swasta kepada pihak-pihak di BNPB.

“Ini terkait dengan proyek apa saja, tempusnya (waktunya, red.) kapan, berapa jumlahnya, dan sebagainya,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB dengan menangkap 15 orang pada 13 Oktober 2026. Sehari setelahnya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus tersebut.

Salah satunya Bima Setiawan selaku adik Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang saat OTT berlangsung sedang menjabat sebagai Kepala BNPB. Bima juga merupakan Tenaga Ahli Kepala BNPB saat Suharyanto aktif menjabat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPK dalami pengadaan di BNPB yang menangkan perusahaan istri tersangka

Pewarta : Rio Feisal
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.