pickleballvnz.com

KPK Periksa Bos Blueray Cargo Usai Umumkan Pengembangan Kasus Suap Bea Cukai

KPK memeriksa tiga petinggi Blueray Cargo, yakni John Field selaku pimpinan, Deddy Kurniawan Sukolom Manajer Operasional, dan Andri, Ketua Tim Dokumen. Pemeriksaan dilakukan setelah pengembangan dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai diumumkan.

Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga petinggi Blueray Cargo, yakni John Field selaku pimpinan, Deddy Kurniawan Sukolom Manajer Operasional, dan Andri, Ketua Tim Dokumen. Pemeriksaan dilakukan setelah pengembangan dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai diumumkan.

“Pemeriksaan dilakukan di gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Juli.

Selain John Field, dkk yang telah divonis, penyidik juga memanggil tiga saksi lainnya. Mereka adalah Vini Leveri Vie selaku staf HRD dan keuangan PT Blueray Cargo, Yohanes Setiawan selaku asisten pribadi John Field serta Akhmad Fikri Yahmani yang merupakan Kasubbag Pemberhentian dan Pensiunan Pegawai Pusat Kantor Pusat DJBC.

“Saksi dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan Bea dan Cukai di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC),” tegas Budi.

KPK telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru dari pengembangan perkara korupsi importasi di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Satu beleid sudah mencantumkan nama tersangka.

Sementara sprindik baru lainnya belum ada tersangka atau sprindik umum. "Satu klaster yang Bea Cukai itu sudah kita tetapkan tersangkanya. Ada satu, karena masih terkait dengan konstruksi perkara pejabat Bea Cukai-nya, jadi kita langsung tetapkan. Kemudian yang klaster yang kedua masih terkait kepentingan apa, pejabat Bea Cukai tetapi ini peristiwanya berbeda," kata pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein kepada wartawan, Selasa, 21 Juli.

"Nah, itu yang kita kemudian masih satu sprindik untuk kita tetapkan sprindik umum. Artinya nanti kita akan tetapkan tersangka setelah kecukupan dua alat buktinya di proses penyidikannya. Jadi ada dua klaster yang kemudian terbit dua sprindik dari tertangkap tangan yang peristiwa Bea Cukai," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, KPK menyatakan tidak menempuh upaya banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terhadap pimpinan Blueray Cargo (Grup).

Dengan begitu, bos Blueray Cargo (Grup), John Field akan menjalani pidana 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider 100 hari kurungan penjara.

Sedangkan Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo (Grup) dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup) akan menjalani pidana penjara selama 1,5 tahun serta diwajibkan membayar denda masing-masing Rp200 juta subsider pidana penjara pengganti 80 hari.

Sementara untuk penerima suap, yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Rizal; Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono; Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan; dan Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Budiman Bayu Prasodjo masih menjalani persidangan. Proses tersebut dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+