KP2MI incar Asia, Eropa untuk penempatan PMI di tengah geopolitik
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membidik perluasan penempatan pekerja migran di sejumlah negara di Asia dan Eropa seiring gejolak geopolitik global yang ANTARA News jogja 22 ...
KP2MI incar Asia, Eropa untuk penempatan PMI di tengah geopolitik
Kamis, 17 September 2026 16:50 WIB
Suasana Rapat Kerja Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dengan Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membidik perluasan penempatan pekerja migran di sejumlah negara di Asia dan Eropa seiring gejolak geopolitik global yang turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Untuk 2026, itu kita (pilih) negara-negara yang geopolitiknya bagus. Maka, target kita seperti Taiwan, Hong Kong, Korea, kemudian Jepang, Malaysia. Turki yang Eropa,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.
Selain negara-negara tersebut, KP2MI juga membuka peluang penempatan ke sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Bulgaria, Hungaria, Slovakia, Italia, dan Albania.
Menurut Mukhtarudin, sejumlah negara Eropa kini mulai membuka ruang bagi pekerja migran Indonesia meskipun kebutuhan tenaga kerja di masing-masing negara berbeda.
Ia menjelaskan bahwa pembukaan pasar kerja baru dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik dan pertumbuhan ekonomi negara tujuan. Kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor penting karena perlambatan ekonomi dapat berdampak pada sektor riil dan pada akhirnya menurunkan kebutuhan tenaga kerja.
“Karena begitu pertumbuhan ekonominya turun, otomatis sekali sektor riil-nya juga akan turun. Ketika sektor riilnya turun, berarti mereka mengurangi juga tenaga kerja. Nah, itu makanya variabel itu banyak kalau berkaitan dengan penempatan pekerja migran,” ujarnya.
Mukhtarudin mencontohkan Jerman yang untuk sementara menunda penerimaan tenaga kerja perawat setelah pihak terkait menyampaikan bahwa kondisi ekonomi negara tersebut sedang mengalami penurunan.
Oleh karena itu, KP2MI terus membuka pasar kerja baru di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan kondisi geopolitik yang tidak terlalu terdampak konflik global. Pemerintah juga berupaya memperkuat hubungan penempatan dengan negara-negara yang dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja.
“Yang negara-negaranya pertumbuhan ekonominya baik, kemudian juga kondisi geopolitiknya baik dan tidak terimbas kepada konflik geopolitik global," ujar Mukhtarudin.
Adapun KP2MI menargetkan penempatan 350 ribu pekerja migran Indonesia sepanjang 2026. Hingga September 2026, realisasi penempatan telah mencapai 260 ribu orang, sehingga masih terdapat sekitar 90 ribu pekerja yang berpotensi ditempatkan hingga akhir tahun.
Di sisi lain, berdasarkan data sistem penempatan PMI, terdapat sekitar 290 ribu lowongan kerja yang telah diverifikasi dan aktif per 15 September 2026. Lowongan tersebut telah diverifikasi berdasarkan jenis pekerjaan, sektor, dan kompetensi yang dibutuhkan.
Mukhtarudin mengatakan dari sekitar 290 ribu lowongan tersebut, baru sekitar 25 persen yang dapat diisi. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan antara kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja dan ketersediaan tenaga kerja di dalam negeri.
Sedangkan untuk 2027, KP2MI menargetkan sebanyak 140 ribu penempatan, dengan 80 persennya di Taiwan atau sekitar 112 ribu penempatan. Lalu, Malaysia dengan penempatan 16 ribu penempatan PMI, dan Turki sekitar 4 ribu penempatan.
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026