pickleballvnz.com

Komisi IX DPR RI minta BGN konsisten tetapkan target penerima MBG

Komisi IX DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) konsisten menetapkan target penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran tahun 2027 yang ditetapkan sebesar ANTARA News jogja 28 ...

Komisi IX DPR RI minta BGN konsisten tetapkan target penerima MBG

Kamis, 3 September 2026 20:48 WIB

Image Print

Tangkapan layar-Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BGN yang dipantau dari Jakarta, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Jakarta (ANTARA) - Komisi IX DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) konsisten menetapkan target penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran tahun 2027 yang ditetapkan sebesar Rp240,2 triliun.

"Komisi IX mendukung anggaran tersebut hanya jika BGN menggunakan target penerima manfaat yang konsisten, biaya per penerima yang transparan, kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang betul-betul prima, keamanan pangan, data penerima berbasis nama dan alamat, pengawasan proporsional, serta pengawasan dengan jejak audit yang utuh," kata Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BGN yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, target penerima manfaat MBG juga harus dijelaskan secara transparan agar masyarakat mendapatkan pencerahan dan good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik dari anggaran yang sudah disampaikan BGN.

"Target penerima tahun 2027 masih belum konsisten dengan arah ekspansi. Target penerima manfaat turun dari 74 juta di tahun 2026, menjadi 72 juta pada 2027, sementara pagu MBG naik dari Rp218 triliun menjadi Rp232 triliun," ujar dia.

Selain itu, menurutnya biaya untuk penerima yang ditetapkan oleh BGN juga belum transparan. Selama ini, anggaran MBG per porsi yang ditetapkan sebesar RpRp15 ribu, tetapi pada kenyataannya, masih ada beberapa daerah yang memberikan menu MBG dengan kualitas di bawah anggaran tersebut.

"Makan bergizi ini bukan hanya makan kenyang, melainkan benar-benar bergizi, itu harus tersampaikan ke masyarakat, harganya berapa, karena sampai saat ini banyak yang bilang Rp15 ribu, tetapi yang terdistribusikan hanya senilai Rp6 ribu, ini kan harus disampaikan kepada publik, jangan sampai membuat bingung masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, BGN memastikan anggaran tahun 2027 dapat mencapai target pemenuhan gizi nasional untuk menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah usia PAUD-SMA serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Berdasarkan surat bersama pagu indikatif Menteri Keuangan nomor S-228/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 tanggal 7 Mei 2026, total anggaran tahun 2027 untuk BGN sebesar Rp240,2 triliun.

"Anggaran tersebut terdiri dari program pemenuhan gizi nasional Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen Rp7,32 triliun (3,05 persen). Kami terus berusaha untuk terus bekerja dengan tim, dengan dukungan moral Komisi IX kami akan terus memperbaiki tata kelola Program MBG ini guna mencapai target pemenuhan gizi nasional," kata Kepala BGN Sudaryono.

Ia menjelaskan, anggaran tahun 2027 BGN per program sesuai Surat Bersama Pagu Anggaran (SPBA) untuk penyediaan dan penyaluran MBG untuk anak sekolah sebesar Rp198,9 miliar, sedangkan untuk sasaran 3B yakni Rp33,5 triliun.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026