pickleballvnz.com

Kolaborasi antar Sektor Jadi Kunci Perkuat Pariwisata Indonesia

 Berita Nasional Minggu, 26 Juli 2026 - 10:55 WIB...

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:55 WIB

VIVA –Industri pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan devisa, lapangan kerja, serta penguatan UMKM. 

Baca Juga

Namun, sektor ini kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi global, meningkatnya harga bahan bakar pesawat, hingga naiknya biaya perjalanan yang berdampak pada wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kondisi tersebut, dibutuhkan sinergi lintas sektor agar industri pariwisata tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

Baca Juga

"Pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisata atau aktivitas ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan nilai bersama bagi masyarakat. Komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional agar setiap kebijakan dan kolaborasi yang dibangun mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pariwisata Indonesia," ujar Kepala Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santoso, di Jakarta baru-baru ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati menyebut bahwa perguruan tinggi menjadi kunci untuk mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia, penelitian dan riset. 

Baca Juga

"Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Begitu juga dalam melahirkan inovasi melalui riset yang akan mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia," kata Kurniasih.

Kurniasih menjelaskan berdasarkan data, pada tahun 2024 sektor perjalanan dan pariwisata menyumbang sekitar 5,1 persen terhadap erhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Industri ini juga menciptakan sekitar 12,9 juta lapangan kerja dan menarik sekitar 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional dengan prospek yang terus berkembang. Di tengah pertumbuhan tersebut, wisata halal atau wisata ramah Muslim muncul sebagai salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Mengutip laporan dari Global Muslim Travel Index (GMTI), ia menyebut jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 176 juta perjalanan pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 245 juta perjalanan pada 2030 dengan nilai belanja lebih dari 230 miliar dolar AS.

Halaman Selanjutnya

Besarnya potensi tersebut dinilai menjadi peluang yang harus dimanfaatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, untuk dapat bersaing di tingkat global, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi.