pickleballvnz.com

KKP targetkan 15,6 hektare kolam ikan Padang Pariaman pulih September

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemulihan 15,6 hektare kolam budidaya ikan yang rusak di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akibat bencana ANTARA News sumbar 21 ...

KKP targetkan 15,6 hektare kolam ikan Padang Pariaman pulih September

Sabtu, 1 Agustus 2026 18:01 WIB

Image Print

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura meninjau keramba ikan di Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. ANTARA/Fitra Yogi

Parik Malintang (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemulihan 15,6 hektare kolam budidaya ikan yang rusak di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu dapat kembali beroperasi pada akhir September.

"Kami harapkan bisa segera beroperasionalisasi kembali, minimal di akhir bulan September, sehingga masyarakat bisa kembali bekerja dan mendapatkan manfaat ekonomi" kata Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura saat mengunjungi Padang Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan pemerintah daerah setempat telah membangunkan atau memperbaiki sarana irigasi kolam. Pemerintah pusat, lanjutnya juga memberikan bantuan alat berat mini guna mempercepat rehabilitasi saluran dan kolam mengalami kerusakan berat.

Alat berat tersebut, lanjutnya dikelola oleh pemerintah daerah setempat sehingga nantinya dapat digunakan untuk pengembangan kawasan-kawasan sentra produksi budidaya ikan di daerah itu.

"Jadi ini bisa selaras, bagaimana bersama-sama mewujudkan swasembada protein," katanya.

Selain alat berat, lanjutnya pihaknya juga memberikan benih ikan, pakan, mesin kapal nelayan, sarana pendingin yang sifatnya sebagai stimulus sehingga dapat mendorong pembudidaya beroperasi kembali.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat menerima bantuan satu unit ekskavator dari pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sektor perikanan yang terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi akhir 2025.

"Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya para pelaku perikanan yang terdampak bencana," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis seperti yang diterima Antara di Padang Pariaman.

Ia mengatakan ekskavator itu akan dimanfaatkan untuk memperbaiki lahan, jaringan irigasi, serta jalan produksi yang menjadi penunjang aktivitas pelaku usaha perikanan di daerah tersebut.

Menurutnya dengan infrastruktur yang rusak kembali diperbaiki maka aktivitas ekonomi masyarakat khususnya di sektor perikanan dapat kembali berjalan optimal pasca bencana.