pickleballvnz.com

KKP: Rumput laut dan agar-agar Indonesia bebas tarif tambahan AS

Jakarta (ANTARA) - Indonesia berpeluang memperluas pasar rumput laut dan agar-agar di Amerika Serikat (AS) setelah produk tersebut mendapat pengecualian dari tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen.Pelaksa...

Jakarta (ANTARA) - Indonesia berpeluang memperluas pasar rumput laut dan agar-agar di Amerika Serikat (AS) setelah produk tersebut mendapat pengecualian dari tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana mengatakan rumput laut dan agar-agar Indonesia hanya dikenai tarif most-favored-nation (MFN) sebesar 0 persen.

“Alhamdulillah produk agar-agar serta rumput laut/alga Indonesia memperoleh pengecualian dari tarif tambahan Section 301 sehingga hanya dikenai tarif most-favored-nation (MFN),” kata Erwin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Keunggulan tarif tersebut dinilai membuka peluang bagi produk rumput laut dan agar-agar Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar AS.

Baca juga: KKP bantu Rp9 miliar untuk budidaya rumput laut di Karimunjawa Jepara

Pasalnya, sejumlah negara pesaing Indonesia, antara lain China, Korea Selatan, Spanyol, Italia, Jepang, Thailand, Filipina, dan Vietnam, masih dikenai tarif tambahan Section 301 sebesar 10 hingga 12,5 persen.

Ketentuan mengenai pengecualian tersebut tercantum dalam Notice of Actions yang diterbitkan United States Trade Representative (USTR) pada 23 Juli 2026 dan dipublikasikan dalam Federal Register pada 28 Juli 2026.

Kebijakan itu merupakan keputusan akhir atas investigasi perdagangan AS berdasarkan Section 301 Trade Act of 1974 terkait pemberlakuan dan penegakan larangan impor barang yang diproduksi dengan kerja paksa terhadap 60 negara/ekonomi.

USTR menetapkan tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen terhadap barang asal Indonesia yang berlaku sejak 24 Juli 2026.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.