Kisah Inspiratif Imelda, Perempuan Tuli yang Tetap Bekerja Jadi Driver Ojol Sambil Mengurus Anak
Lifestyle Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:46 WIB Jakarta, VIVA – Bagi sebagian...
Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:46 WIB
Jakarta, VIVA – Bagi sebagian orang, bekerja dan mengurus keluarga sering kali menjadi dua hal yang sulit berjalan beriringan. Namun, Imelda Situmorang, perempuan berusia 36 tahun, menemukan cara untuk menjalani keduanya sesuai dengan kebutuhannya.
Baca Juga
Sebagai seorang ibu sekaligus perempuan Tuli, Imelda membutuhkan pekerjaan yang tidak hanya memberinya penghasilan, tetapi juga memungkinkan dirinya tetap memiliki waktu untuk keluarga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pilihan itu akhirnya membawanya menjadi driver ojol sejak November 2025. Bagi Imelda, fleksibilitas waktu menjadi salah satu alasan penting karena ia dapat menyesuaikan aktivitas bekerja dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
Baca Juga
“Kalau menjadi driver atau Mitra Grab, saya bisa bebas mengatur waktu untuk bekerja. Saya sendiri biasanya bekerja di area Bekasi, supaya lebih dekat dengan anak saya yang berada di rumah,” kata Imelda dlaam keterangannya, dikutip Rabu (7/10/2026).
Imelda dan suaminya, yang juga berprofesi sama, mengatur wilayah serta waktu bekerja agar bisa bergantian menjalankan tanggung jawab keluarga.
Baca Juga
Berawal dari Kebutuhan Akan Waktu yang Fleksibel
Sebelum menjadi pengemudi ojek online, Imelda pernah bekerja selama tiga tahun di sebuah minimarket di Bandung. Saat itu, ia menjalani pekerjaan dengan jam kerja yang sudah ditentukan.
Situasinya berubah setelah Imelda berkeluarga, pindah ke Bekasi, dan memiliki anak. Ia mulai membutuhkan pekerjaan yang memungkinkan dirinya lebih leluasa membagi waktu antara mencari nafkah dan mendampingi keluarga.
Informasi mengenai kesempatan menjadi driver ojol ia dapatkan melalui Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI). Dengan sepeda motor yang diberikan suaminya, Imelda kemudian mendaftarkan diri.
Sejak bergabung, ia terbiasa bekerja di sekitar wilayah Bekasi agar tetap dapat berada dekat dengan anaknya.
Bagi Imelda, keputusan tersebut bukan sekadar soal mencari pekerjaan. Ada keyakinan yang perlahan tumbuh bahwa kondisi sebagai seorang Tuli bukan berarti membatasi seseorang untuk tetap produktif dan mandiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sebelumnya, saya tidak berpikir bahwa seorang tuli bisa bekerja sebagai pengemudi ojek online. Di Grab ternyata ada ruang bagi pengemudi Tuli untuk berkarya,” ujarnya.
Mengandalkan Tulisan dan Gestur saat Bekerja
Halaman Selanjutnya
Menjadi driver ojol membuat Imelda memiliki cara tersendiri ketika berkomunikasi dengan penumpang.