Khofifah: Penataan permukiman Gresik contoh pembangunan kolaboratif - ANTARA News Jawa Timur
Gresik (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa penataan kawasan permukiman di Desa Campurejo, Kabupaten Gresik, sebagai contoh pembangunan kolaboratif yang melibatkan pemerintah...
Gresik (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa penataan kawasan permukiman di Desa Campurejo, Kabupaten Gresik, sebagai contoh pembangunan kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.
"Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih layak huni," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Gresik, Jawa Timur, Minggu.
Menurut Khofifah, kolaborasi lintas sektor menjadi model pembangunan yang dapat mempercepat pengentasan kawasan kumuh secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan produktivitas masyarakat.
Ia menjelaskan program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (TPPKT) di Desa Campurejo telah menghasilkan pembangunan dan revitalisasi 166 unit rumah.
Sebanyak 145 unit didanai melalui DAK TPPKT, sedangkan 21 unit lainnya dibangun melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia.
Khofifah berharap model penataan kawasan tersebut dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mempercepat penanganan kawasan kumuh melalui sinergi pendanaan dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan.
Salah seorang penerima manfaat, Imam Hamsori, mengaku kini keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman setelah bertahun-tahun menempati rumah tidak layak huni.
"Dulu kalau hujan air masuk ke dalam rumah. Sekarang alhamdulillah sudah memiliki rumah yang layak huni dan lingkungan yang jauh lebih rapi serta nyaman," ujarnya.
Sebagai informasi, Program DAK TPPKT di Desa Campurejo mencakup penataan kawasan permukiman pesisir seluas sekitar 7,11 hektare yang dihuni sekitar 1.152 jiwa.
Selain pembangunan dan revitalisasi rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan fasilitas pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse, recycle).
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.