Khofifah optimistis kopi-kakao Jatim tembus pasar global
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis komoditas kopi dan kakao Jatim mampu menembus pasar global melalui hilirisasi, penguatan ekosistem agroindustri, dan kolaborasi lintas...
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis komoditas kopi dan kakao Jatim mampu menembus pasar global melalui hilirisasi, penguatan ekosistem agroindustri, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani.
"Jawa Timur memiliki kekuatan tidak hanya dari sisi volume produksi, tetapi juga keragaman cita rasa kopi yang berasal dari karakter geografis masing-masing daerah. Karena itu pengembangan sektor perkebunan harus diarahkan pada hilirisasi, pengolahan, penguatan merek, sertifikasi, dan perluasan akses pasar internasional," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Menurut Khofifah, saat ini preferensi lifestyle atau gaya hidup masyarakat global tengah bergeser ke arah produk yang berkelanjutan dan bercita rasa premium.
"Ini tentu jadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu sentra kopi unggulan Indonesia," katanya.
Baca juga: Bappebti: SRG berhasil ekspor kopi Rp4,08 miliar ke China dan Maroko
Ia menjelaskan Indonesia merupakan salah satu dari empat produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan kontribusi sekitar tujuh persen terhadap produksi kopi dunia.
Jatim juga menjadi salah satu dari lima provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 80.895 ton yang ditopang Kabupaten Malang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.
Selain itu, luas perkebunan kopi rakyat di Jawa Timur mencapai 123.720 hektare yang tersebar di Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.
Untuk komoditas kakao, Khofifah mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat klasterisasi pengembangan di Blitar, Madiun, Trenggalek, hingga Pacitan sebagai bagian dari diversifikasi tanaman perkebunan.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.