Keselamatan Masyarakat dan Petugas Jadi Prioritas, Menko Polkam Ingatkan Pentingnya Penanganan Karhutla Cepat dan Terpadu
Menurutnya, semakin besar luasan api maka semakin sulit upaya pemadaman dilakukan, meskipun telah didukung berbagai sumber daya. Karena itu, percepatan penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau dengan menge...
Menurutnya, semakin besar luasan api maka semakin sulit upaya pemadaman dilakukan, meskipun telah didukung berbagai sumber daya. Karena itu, percepatan penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau dengan mengedepankan keselamatan masyarakat serta petugas di lapangan.
"Saya yakin bahwa kita semua ingin menyelesaikan masalah (kathutla) ini. Pantau terus jangan sampai ada titik api lagi. Kita lebih baik menyelesaikannya pada saat (titik api) masih kecil," ujarnya.
Djamari menyatakan bahwa pihaknya terus memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan operasi penanganan karhutla.
Baca Juga: 15 Ribu Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla
Ia juga meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi di lapangan dan memanfaatkan seluruh sarana serta prasarana yang telah tersedia, termasuk sumber air, peralatan pemadaman, pipa penyalur air, hingga tempat penampungan air sementara.
"Kalau ada kesulitan di lapangan, sampaikan kepada kepala BNPB. Karena apa pun kegiatannya, ini adalah upaya untuk menyelamatkan manusia. (Karhutla) dampaknya sangat besar, ini dapat berdampak kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Selain fokus pada pemadaman, Djamari juga mengingatkan agar keselamatan personel menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung. Ia meminta setiap penugasan diawali dengan briefing yang memperhatikan aspek keamanan dan pengorganisasian personel agar tidak menimbulkan risiko bagi petugas.
"Perhatikan keamanan para petugas, jangan sampai dia begitu bersemangat, dia lupa dan tidak bisa keluar. Jangan sampai kita tidak memperhartikan keselamatan kita," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus memperkuat dukungan penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), penambahan armada pesawat apabila diperlukan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan pemadaman.
Baca Juga: Pemerintah Siaga Hadapi El Nino, Krisis Air dan Karhutla Jadi Fokus
Saat ini dua pesawat OMC telah diterbangkan dan pemerintah siap menambah armada guna meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.
"Kami akan terus menambah dukungan apabila diperlukan. Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif," katanya.
Suharyanto juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta seluruh unsur terkait segera mengerahkan mobil tangki air yang tersedia untuk memperkuat operasi pemadaman sambil menunggu bantuan tambahan dari pemerintah pusat.
Selain itu, ia menginstruksikan evaluasi terhadap kekuatan satgas darat, baik dari sisi jumlah personel maupun kelengkapan peralatan, seperti pompa air, selang, dan sarana pendukung lainnya agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara optimal.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, melaporkan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar api tidak meluas ke permukiman dan jalan raya.
Baca Juga: Pemerintah Wanti-wanti Ancaman Karhutla 2026, Enam Provinsi Jadi Prioritas Pengawasan
Menurut Herman, perubahan arah angin menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Tim juga telah menempatkan mobil tangki air di sejumlah titik untuk mencegah api menyeberang jalan yang berpotensi memperluas area kebakaran dan mengganggu jalur transportasi akibat tebalnya asap.