Kepala BRIN: Hakteknas perkuat kepercayaan diri di sektor teknologi
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 harus dimaknai sebagai momentum untuk ANTARA News sulteng 32 ...
Kepala BRIN: Hakteknas perkuat kepercayaan diri di sektor teknologi
Senin, 10 Agustus 2026 14:51 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) di Jakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 harus dimaknai sebagai momentum untuk membangkitkan kepercayaan diri bangsa di sektor penguasaan teknologi.
Dalam kegiatan Indonesia Innovator Award di Jakarta, Senin, Arif mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengingat kembali sejarah kebangkitan teknologi nasional yang ditandai dengan penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca rancangan B.J. Habibie pada tahun 1995.
"Tentu Hakteknas ini tidak hanya memperingati sejarah keberadaan Indonesia dalam teknologi, tetapi ini merupakan sebuah simbol kebangkitan kepercayaan diri bangsa dalam bidang teknologi. Hakteknas merupakan pengingat bagi bangsa Indonesia bahwa kemajuan teknologi harus dapat bermuara pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Arif, pada peringatan tahun ini, BRIN mengusung tema "Teknologi Berdampak untuk Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur". Tema tersebut dipilih secara khusus untuk menekankan peran strategis teknologi dalam membangun masa depan bangsa, yang tidak bisa lagi hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam semata.
Ia juga menyoroti pentingnya mengubah pola pikir para peneliti, dari yang sebelumnya hanya melakukan riset demi riset (research for research), menjadi riset yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat luas (research for impact).
"Kita harus mendorong hilirisasi riset dan inovasi. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi harus menjadi produk yang bermanfaat. Kebijakan yang tepat sasaran, serta solusi nyata bagi permasalahan bangsa," ujarnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Arif mengingatkan pesan penting dari Presiden yang menegaskan bahwa kapasitas sebuah negara dalam menguasai teknologi akan sangat menentukan posisi dan martabatnya di mata dunia internasional.
Guna menaikkan martabat tersebut, BRIN telah menetapkan tiga strategi khusus untuk membantu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045.
Ketiga strategi tersebut adalah pertama, menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Kedua, memperkuat daya saing industri nasional dan Danantara melalui riset dan inovasi, serta ketiga, memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar Indonesia menjadi bagian dari pengembangan teknologi.
Dia mengatakan, N-250 bukan hanya sebuah pesawat, ia adalah simbol dari mimpi besar, kerja keras, kolaborasi, dan keberanian untuk menembus batas. Ini lahir dari keyakinan, bahwa bangsa ini mampu menciptakan teknologi sendiri, bukan sekadar menjadi pengguna.
"Semangat inilah yang harus terus kita bawa dan kita hidupkan di BRIN dan lembaga-lembaga riset di Indonesia, termasuk di berbagai perguruan tinggi," tutur Arif Satria.
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026