pickleballvnz.com

Kepala BNPB yang Baru Buka Suara soal OTT KPK, Singgung Hal Ini

 Berita Nasional Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:40 W...

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Jakarta, VIVA –Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, Letjen TNI Kristomei Sianturi, angkat bicara mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan BNPB. Ia menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga

"Kalau soal OTT kemari kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk merespons hukumnya," kata dia di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kristomei juga menegaskan bahwa BNPB tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Ia mempersilakan aparat penegak hukum menangani kasus tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga

"Tidak ada intervesi dari BNPB. Silahkan aparat penegak hukum memproses itu sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," kata dia

Terkait pendampingan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat, Kristomei mengatakan akan mengikuti perkembangan proses hukum yang berjalan.

Baca Juga

"Ya kita ikut saja proses hukumnya nanti bagaimana sebaiknya," kata dia.

Ia juga membuka kemungkinan mengganti pejabat yang tersangkut kasus hukum. Namun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan proses hukum yang berlangsung.

"Ya nanti kita lihat kalau memang harus karena ada proses hukum di situ ya memang harusnya kita ganti," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Selasa kemarin KPK melakukan OTT di lingkungan BNPB. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 14 orang diantaranya Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan pihak swasta.

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, ke-14 orang tersebut diamankan karena diduga terlibat dalam transaksi suap terkait pengadaan di lingkungan BNPB. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan penggunaan dana siap pakai untuk penanganan bencana.

Dalam OTT yang digelar Selasa kemarin, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1,4 miliar dan emas Batangan serta tabungan emas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak yang terjaring, KPK menahan lima orang. Salah satunya berinisial BS diketahui merupakan adik sekaligus tenaga ahli Kepala BNPB Suharyanto. 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, empat tersangka lainnya terdiri atas Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB berinisial GPS, tenaga ahli Kepala BNPB berinisial RE, serta dua pihak swasta berinisial SNG dan GP.
 

Letjen TNI, Kristomei Sianturi

Kristomei Siap Ganti Pejabat BNPB yang Tak Kompeten

Kepala BNPB Kristomei Sianturi membuka peluang mengganti pejabat yang harus diganti karena proses hukum OTT KPK dan akan melakukan konsolidasi internal.

VIVA.co.id

15 Oktober 2026