pickleballvnz.com

Kenapa Karhutla di Lahan Gambut Susah Padam? - Varia Katadata.co.id

Bencana kebakaran hutan dan lahan kembali memicu krisis ekologis dan ancaman kesehatan di Indonesia pada musim kemarau 2026. Peristiwa yang berpusat di wilayah kaya ekosistem gambut, seperti Provinsi Kalimantan...

Bencana kebakaran hutan dan lahan kembali memicu krisis ekologis dan ancaman kesehatan di Indonesia pada musim kemarau 2026. Peristiwa yang berpusat di wilayah kaya ekosistem gambut, seperti Provinsi Kalimantan Tengah, ini menghasilkan kabut asap pekat hingga melintasi batas negara menuju Malaysia dan Singapura.

Kawasan lahan gambut menjadi titik lokasi terparah karena karakteristik apinya yang bersifat subterranean atau membara di bawah permukaan tanah. Kondisi ini membuat proses penanganan karhutla oleh tim gabungan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan di daerah membutuhkan waktu berpekan-pekan hingga berbulan-bulan, sekaligus memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang mencapai lebih dari 170.000 penderita di berbagai daerah. Upaya pemadaman oleh personil di lapangan terus menghadapi kendala teknis dan kondisi geografis. 

Berikut adalah rincian faktor ekologis dan teknis yang menjadi alasan karhutla susah dipadamkan secara cepat dan tuntas.

Karakteristik Ekosistem dan Kerentanan Lahan Gambut

Lahan gambut merupakan lahan basah yang terbentuk dari tumpukan material organik sisa tumbuhan tidak terurai sempurna selama ribuan tahun. Ekosistem ini berfungsi sebagai penyimpan cadangan karbon tanah terbesar serta pengatur tata air alami di kawasan tropis. Kerentanan gambut terhadap api disebabkan oleh serangkaian faktor berikut:

Penyebab Teknis Karhutla Gambut Sulit Dipadamkan

Pemadaman api di ekosistem gambut memerlukan teknik pembasahan mendalam karena api tidak sekadar membakar vegetasi luar, melainkan merambat di bawah permukaan tanah. Beberapa kendala teknis utama di lapangan meliputi:

Dampak Kesehatan, Lingkungan, dan Emisi Karbon

Dampak dari terbakarnya ekosistem ini dirasakan langsung oleh masyarakat serta lingkungan hidup di skala regional maupun global: